Makassar (ANTARA Sulsel) - Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Barat (BPD Sulselbar) akan segera menjual obligasi senilai Rp1 triliun untuk menghimpun dana segar.
"Kami akan melakukan ekspos kepada publik di Hotel Mulia Jakarta, besok Jumat 17 Juni, terkait rencana penjualan obligasi sebesar Rp1 triliun," kata Direktur Utama Bank Sulselbar M Rahmat usai bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Kamis.
Penjualan obligasi tersebut, kata dia, akan dibagi dalam dua tahapan.
"Tahap awal Rp550 miliar dan tahap kedua, dalam dua bulan ke depan sebesar Rp450 miliar," jelasnya.
Penjualan obligasi itu, lanjutnya, akan dilakukan dalam bentuk konvensional sebesar Rp950 miliar dan Rp50 miliar dalam bentuk sukuk.
Sementara bunga yang ditawarkan untuk obligasi tersebut berkisar antara 8,25 persen sampai 9,4 persen.
Menurut M Rahmat, penjualan obligasi ini akan mendatangkan uang baru di Sulsel dan lebih menguntungkan karena memiliki rentang waktu yang panjang.
"Keuntungan obligasi ini karena jangka waktunya seperti deposito, tahunan, sehingga kami punya waktu yang lebih banyak untuk memutar uang," jelasnya.
Menanggapi hal ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan untuk memperoleh dana sebesar Rp1 triliun merupakan prestasi tersendiri bagi Bank Sulselbar.
"Meskipun belum sekuat bank lain, tetapi Bank Sulselbar terus menunjukkan tren pertumbuhan dan manajemen yang semakin baik," kata Gubernur Syharul Yasin Limpo.

