Logo Header Antaranews Makassar

Dokter hewan DKP3 temukan sapi cacat

Rabu, 7 September 2016 20:19 WIB
Image Print
"Tim Kesmavet DKP3 yang dibantu oleh dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Unhas ...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Tim dokter hewan Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan, Pertanian (DKP3) yang memeriksa ribuan hewan kurban di 14 kecamatan, menemukan adanya ternak sapi yang tidak layak sembelih dikarenakan kondisi fisik tidak sempurna atau cacat.

"Tim Kesmavet DKP3 yang dibantu oleh dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan Unhas telah menyebar ke 14 kecamatan dan memeriksa ribuan sapi. Hasilnya, cukup banyak ditemukan sapi yang tidak layak sembelih," kata Kepala DKP3 Makassar Abdul Rahman Bando di Makassar, Rabu.

Ia menyebutkan, pemeriksaan pada hari kedua di 14 kecamatan itu, berhasil memeriksa sekitar 2.357 ekor sapi dan 500 ekor kambing.

Dari hasil pemeriksaan, didapati jika hewan ternak yang tidak layak sembelih itu karena adanya penyakit, cacat dan tidak cukup umur sesuai yang dipersyaratkan oleh syariat Islam.

"Kalau yang sakit itu, bukan penyakit mematikan seperti antraks tetapi sakit katarak. Kemudian ada juga yang didapati cacat dan lebih banyak itu tidak cukup umur," jelasnya.

Dari jumlah 2.357 sapi yang telah diperiksa itu, hanya 1.474 ekor sapi yang dinyatakan memenuhi syarat untuk disembelih. Sedangkan sisanya tidak layak sembelih.

Adapun tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) yang melakukan pemeriksaan itu sebanyak 250 dokter hewan dan langsung menyebar ke 14 kecamatan.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, para dokter hewan yang disebar ini akan bertugas mengawasi dan memeriksa kesehatan ternak yang akan disembelih di 14 kecamatan.

Dari jumlah 250 itu, sebanyak 50 orang berasal dari tenaga teknis dan dokter hewan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Makassar.

Sedangkan 200 lainnya relawan dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sulawesi Selatan, dan mahasiswa program studi Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

"Tim dokter hewan bekerja sejak Senin 5 September 2016 hingga H + 3 atau tiga hari pascalebaran Idul Adha 1437 Hijriah," katanya.

Pemeriksaan terbagi dua tahap. Pemeriksaan Anthe Mortem (fisik hewan) dan pemeriksaan bagian dalam setelah pemotongan (Post Morthem).



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026