Makassar (Antara Sulsel) - Enam bakal calon rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalani tahapan pemeriksanaan kesehatan sebagai salah satu syarat layak tidaknya bertarung dalam pemilihan rektor periode 2018-2022.
Panitia Pemilihan Rektor (P2R), Prof drg Mansyur Natsir PhD di Makassar, Jumat, sekaligus memandu proses pemeriksaan kesehatan dan berkoordinasi dengan tim pemeriksa kesehatan Rumah Sakit Pendidikan Unhas, yang diketuai oleh Prof Dr dr Haerani Rasyid MKes SpPD KGH SpGK.
"Tim ini terdiri atas 10 orang dokter spesialis dari berbagai bidang," katanya.
Mewakili P2R, Prof Mansyur Natsir menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses penjaringan bakal calon Rektor Unhas Periode 2018 - 2022.
"Ini merupakan mandat dalam Peraturan Majelis Wali Amanat (MWA) yang mengatur tentang penjaringan Bakal Calon Rektor Unhas," papar Prof Natsir.
Dengan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ini, maka P2R telah melewati lagi satu bagian penting dalam penjaringan Bakal Calon Rektor, setelah sebelumnya melakukan asesmen psikologi oleh Tim Independen dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Pemeriksaan kesehatan bagi bakal calon rektor Unhas Periode 2018 ? 2022 merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses penjaringan Bakal Calon Rektor.
Seluruh figur yang telah ditetapkan sebagai Bakal Calon Rektor wajib mengikuti tahapan ini.
Pemeriksaan kesehatan ini merupakan upaya untuk mengetahui kesiapan mental dan fisik dari setiap bakal calon, sebelum ditetapkan sebagai Calon Rektor dan diteruskan kepada Senat Akademik untuk proses penyaringan.
Ketua tim dokter yang menangani pemeriksaan, Prof Haerani Rasyid, mengatakan bahwa proses pemeriksaan kesehatan ini merupakan Standard Medical Check-up lengkap, yang merupakan proses standar dalam menilai kesehatan seorang calon dalam memangku jabatan.
"Kita melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, yaitu interna (penyakit dalam), neurologi (syaraf), Telinga-Hidung-Tenggorokan (THT), kardiologi (jantung), radiologi (termasuk USG dan photo torax), pemeriksaan mata, dan pemeriksaan laboratorium (termasuk juga pemeriksaan narkoba)," katanya.
Sementara itu, salah seorang Bakal Calon Rektor, Dr. Muhammad Ikram Idrus, SE, MS mengatakan bahwa dirinya menyambut baik dan sangat setuju dengan pemeriksaan kesehatan ini.
"Seorang pemimpin itu perlu ditunjang dengan kesehatan yang baik dan memadai. Apalagi untuk lembaga pendidikan sekelas Unhas. Meskipun seseorang memiliki kemampuan kepemimpinan bagus, namun kesehatan kurang baik, tentu akan berpengaruh terhadap kinerja institusi yang dipimpinnya," kata Dr Ikram.
Dirinya mengaku telah mempersiapkan diri untuk pemeriksaan kesehatan ini, termasuk melakukan puasa sejak malam hari sesuai petunjuk dokter pemeriksa kepada seluruh bakal calon.
Hasil pemeriksaan kesehatan ini selanjutnya akan dibahas dalam tim panel oleh seluruh dokter pemeriksa pada hari Selasa, 21 November 2017.
"Selanjutnya, jika tidak ada ral melintang kami akan menyerahkan hasil pemeriksanaan kesehatan kepada Panitia Pemilihan Rektor Unhas paling cepat pada hari Rabu, 22 November 2017," kata Prof Haerani.

