ALFI dorong efisiensi biaya labuh

id alfi,efisiensi biaya labuh

Ilustrasi pelabuhan (ANTARA FOTO/Akbar Tado)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cara mengefisiensi biaya labuh yang dinilainya sangat membebani karena tingginya biaya tersebut.

"Tarif jasa labuh di Indonesia ini yang termahal di Asia Tenggara. Makanya, melalui rapat kerja ini kita mengharapkan efisiensi biaya bisa menjadi perhatian dari para pemangku kepentingan," ujar Ketua ALFI Sulselbar, Syaifuddin Ipho di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, tarif jasa biaya labuh menjadi perhatian dari semua pengusaha, apalagi Menteri Perhubungan Budi juga mendukung adanya rencana pemangkasan tarif jasa labuh serta beberapa jenis tarif yang menjadi komponen penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Ipho menjelaskan, rapat kerja dengan menghadirkan dewan pengurus wilayah seluruh Indonesia ini juga membahas tentang akselerasi logistik dan konektivitas perdagangan yang efesien di Indonesia timur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dengan menekankan pada kompetensi SDM dan inovasi layanan logistik sebagai penggerak perusahaan logistik nasional yang tangguh, harapannya akan banyak muncul hasil-hasil rekomendasi," katanya.

Lebih lanjut, Ipho menambahkan, dalam raker juga akan ada penyampaian dari masing-masing wilayah tentang apa saja yang menjadi masalah dalam hal pengiriman logistik sehingga nantinya bisa dicarikan solusinya.

Di tempat yang sama kepala dinas perdagangan Sulawesi Selatan Hadi Basalamah mengatakan bahwa logistik menjadi kontribusi besar bagi PDB Indonesia dan hari ini menjadi pertemuan yang baik untuk membahas logistik khususnya di Indonesia bagian timur.

"Jadi bagaimana mendekatkan dan mengefisiensikan biaya-biaya logistik antara kita yang di bagian timur dengan Indonesia menjadi harapan dari sulsel yang kita usulkan untuk dibahas di raker ini" ucap Hadi.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar