Annas GS: jaga kehormatan KPU Sulsel

id annas gs

Mantan Sekertaris KPU Provinsi Sulsel Annas GS (kiri) bersiap menyerahkan pemukul base ball kepada Staf Sekertariat KPU Sulsel dalam acara perpisahan di kantor KPU setempat di Makassar, Senin. (Foto ANTARA/Darwin Fatir)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Mantan Sekertaris KPU Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Annas GS meminta penggantinya agar tetap menjaga marwah dan kehormatan institusi serta independen dalam menjalankan amanah sebagai penyelenggara pilkada dan Pemilu.

"Sebagai penyelenggara, mata dan telinga publik akan tertuju pada KPU, maka dari itu kehormatannya harus dijaga sebaik mungkin," ujar Annas saat acara perpisahan di Kantor KPU Provinsi Sulsel di Makassar, Senin.

Pria kelahiran Jeneponto yang akrab disapa Karaeng Jalling ini menuturkan banyak momentum yang sudah dilewati setelah menjabat lebih dari 12 tahun di KPU Sulsel, dan sebagai aparatur sipil negara (ASN) ini membuktikan bahwa KPU Sulsel itu kuat tanpa diintervensi dari pihak mana pun.

Kendati sudah menjalankan tugas sebagai Sekretaris KPU yang telah menyelenggarakan pemilihan gubernur Sulsel tiga periode, namun Annas tidak pernah gegabah dan selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, terutama terkait kebijakan yang bersifat strategis.

"Harus selalu hati-hati karena di KPU ini sangat rawan, baik didemo maupun diintervensi, bahkan bisa saja dimanfaatkan. Maka dari itu tetap menjaga wibawa dan kehormatan KPU Sulsel apapun konsekwensinya asalkan tidak menyalahi aturan," ujar pria berdarah bangsawan Jeneponto itu.

Dirinya juga menceritakan suka duka selama menjabat Sekertaris KPU dan berpesan agar setelah `kepergiannya` meninggalkan tempat tugas tersebut, janganlah membicarakan kejelekan, tetapi bicarakanlah kelakuan baik terhadap dirinya.

Ia menyempaikan kisah dirinya pernah berkeinginan menjadi calon legislatif (caleg) dari Partai Golkar, namun takdir berkata lain, malah dijadikan sebagai `pengatur` caleg yang bertarung mengumpulkan suara menjadi perwakilan rakyat atau anggota dewan.

"Saya dulunya mau jadi Caleg, karena aturan dulu itu tidak masalah PNS menjadi Caleg, berbeda dengan sekarang harus mengundurkan diri, tapi pada waktu itu Golkar ribut karena saya mau maju Caleg, malah ditunjuk pimpinan menjadi Sekertaris KPU Sulsel," tambah Annas.

Selain acara perpisahan, serah terima jabatan dari Annas GS kepada Kepala Bagian Umum dan Logistik Adnan Tahir yang ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Sekertaris KPU Sulsel disaksikan sejumlah komisioner dan staf KPU serta insan pers.

Tidak hanya itu Annas juga diberikan cenderamata berupa salinan asli buku Sahabat Annas GS yang digarap Kepala Bagian Hukum dan Humas KPU Sulsel Asrar Marlang.

Annas juga memberikan kenang-kenangan berupa pemukul base ball kepada Adnan Tahir disaksikan Sekertaris KPU Kota Makassar M Basri, Kabag Program, Data, Organisasi, dan SDM Ismail Masse, dan Humas KPU Sulsel Asrar Marlang beserta staf lingkup KPU Sulsel dan anggota PPS dan PPK Kota Makassar.

Dalam acara perpisahan dirangkaikan serah terima jabatan juga ditandai dengan penuturan testimoni sejumlah pejabat lingkup KPU Sulsel, Ketua KPU Sulsel maupun wartawan yang meliput di KPU Sulsel selama masa jabatannya.

"Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari KPU bersama pak Annas dalam menjalankan tugas. Meskipun saya juga akan meninggalkan jabatan sebagai Ketua KPU Sulsel pada bulan ini, tapi apa yang saya alami bersama beliau sangat mengesankan," ujar Ketua KPU Sulsel Iqbal Latief saat memberikan testimoni.

Annas GS di penghujung masa karirnya sebagai ASN Sekretaris KPU Sulsel dan pensiun lebih awal dari masa kerja berakhir pada 27 Desember 2018.

Mundur lebih awal menjadi PNS karena ingin mewujudkan kembali tekadnya yang dahulu untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPRD Sulsel tahun 2019.
Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas KPU Sulsel Asrar Marlang (kanan) menyerahkan salinan asli buku kepada mantan Sekertaris KPU Sulsel Annas GS (kiri) yang memasuki masa pensiun pada acara perpisahan di Kantor KPU setempat di Makassar, Senin. (Foto ANTARA/Darwin Fatir)
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar