Terkendala anggaran promosi pariwisata Sulsel minim

id BPPD Sulsel,pariwisata,belanja iklan,anggaran promosi,minim

Direktur Eksekutif BPPD Sulsel Hendra Nick Arthu (Dok pribadi)

"Alokasi belanja iklan promosi kepariwisataan di Sulsel sangat kecil bila dilihat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sehingga berdampak pada tidak maksimalnya promosi," sebut Direktur Eksekutif BPPD Sulsel, Hendra Nick Arthur di Makassar, Sabtu.
Makassar (Antaranews Sulsel)  - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Sulawesi Selatan sepertinya sulit mempromosikan sejumlah destinasi pariwisata di wilayah Sulsel karena terkendala anggaran sehingga hasilnya dipastikan minim.

"Alokasi belanja iklan promosi kepariwisataan di Sulsel sangat kecil bila dilihat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sehingga berdampak pada tidak maksimalnya promosi," sebut Direktur Eksekutif BPPD Sulsel, Hendra Nick Arthur di Makassar, Sabtu.

 Meski demikian, yntuk memperbesar porsi unsur industri media, BPPD Sulsel tengah merancang alokasi belanja iklan promosi pariwisata tahun anggaran 2019.

Sebagai perwakilan unsur media dalam Pentahelix Kepariwisataan Sulsel, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menyusun skim pembiayaan iklan promosi pariwisata daerah.

 "Kami sadar jika alokasi belanja promosi dianggap kurang tepat sasaran," ujar Chief Matketing Officer PT. Kabar Grup Indonesia (KGI) itu.

Pendiri Lingkar Penulis Pariwisata (LPP) ini mengatakan dalam waktu dekat menggelar pertemuan dengan seluruh pemimpin perusahaan media lokal dan perwakilan media nasional melalui jejaring organisasi perusahaan pers nasional.

Menurut Hendra, Sulsel wajib menjadi pioner atau provinsi terdepan yang bisa melakukan gerakan promosi pariwisata bersama di wilayah Kawasan Timur Indonesia.

"Belanja promosi pariwisata tidak murah. Tak cukup jika alokasinya dibebankan ke APBD maupun sharing pemerintah pusat melalui alokasi APBN. Sebaiknya anggaran promosi disatukan agar bisa menjangkau pasar yang lebih besar," ujar Dewan Etik Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel ini.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulsel Herwin Bahar menyatakan siap mendukung upaya BPPD Sulsel dengan melibatkan perusahaan pers di Sulsel demi pengembangan promosi kepariwisataan di Sulsel.

"Jejaring AMSI Sulsel cukup besar di nasional. Khusus di Sulsel, ada dua member AMSI yang mengantongi serifikasi lengkap Dewan Pers seperti KabarMakassar.com, MakassarTerkini.id. Belum lagi media arus utama nasional seperti Tempo.co, CNN Indonesia, Detik.com, Kompas.com, Liputan6.com, BeritaSatu.com serta sejumlah media lainnya," kata dia.

Mantan jurnalis Harian Fajar ini mengaku siap berkolaborasi bersama BPPD Sulsel yang saat ini tengah memperjuangkan adanya keterlibatan pelaku industri media dalam pengembangan promosi pariwisata daerah.

"Kolaborasi promosi pariwisata daerah ini akan kami bawa di Rapat Kerja Nasional AMSI digelar pertengahan Maret nanti di Jakarta. Ini terobosan baru bagi eksistensi industri media daring (online) di Sulsel " tambahnya.

Sebelumnya, Gubenur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah telah memasukkan lima program nyata lima tahun kedepan salah satunya program peningkatan pariwisata di Sulsel.

? ?Program nyata tersebut di poin kelima yaitu destinasi wisata andalan berkualitas internasional yang di strategi kan untuk memperkuat dukungan sarana prasarana kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengoptimalkan peran sumber-sumber pertumbuhan pada kawasan tersebut.

Selanjutnya disertai dengan koordinasi penanggulangan kemiskinan yang diarahkan melalui pembangunan rest area pengembangan destinasi wisata Toraja serta mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Program nyata tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan terhadap permasalahan pembangunan khusus di Provinsi Sulawesi Selatan," papar Nurdin dalam rapat paripurna penyampaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 di DPRD Sulsel.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar