Mamuju (ANTARA Sulsel) - Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar unjuk rasa menuntut pemilihan ketua kampus.
Koordinator aksi, Abrar, di Mamuju, Selasa, mengatakan, unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa atas janji yang pernah diberikan oleh pejabat sementara kampus untuk melakukan pemilihan awal Oktober lalu.
"Beberapa bulan lalu, kami juga melakukan unjuk rasa yang sama, dan kemudian dijanji oleh pihak pejabat sementara bahwa akan dilakukan pemilihan pada bulan Oktober, namun sampai saat ini belum ada kepastian," ungkapnya.
Ia mengatakan, karena belum adanya ketua kampus yang difinitif, banyak mahasiswa yang sudah lulus tidak bisa menerima ijazah.
"Hal ini sangat merugikan, tidak hanya bagi alumni kampus, melainkan juga bisa merugikan mahasiswa yang masih menempuh studi karena tidak jelasnya kebijakan kampus," tuturnya.
Karena itu, kata dia, pihak kampus dan juga yayasan agar segera melakukan pemilihan ketua kampus, dan memberikan batas waktu hingga bulan ini.
Unjuk rasa yang berlangsung sore hari tersebut, dibarengi dengan aksi pembakaran fasilitas kampus berupa sejumlah kursi, sebagai bentuk kekecewaan atas kondisi kampus yang ada saat ini.
Menanggapi unjuk rasa tersebut, Pejabat Sementara Kampus, Silmi Abu, mengatakan, bahwa pihak kampus sudah membentuk kepanitiaan untuk pelaksanaan pemilihan ketua.
Namun, hal tersebut masih menemui kendala karena belum turunnya rekomendasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muhammadiyah Provinsi Sulbar.
"Kami berjanji akan menemui DPW Muhammadiyah Sulbar dan secepatnya melakukan pemilihan ketua kampus," tuturnya.
(T.PSO-103/S016)

