Psikolog minta penggunaan Sosial media dikontrol orang tua

id psikolog Eva, kasus anak,audrey, Pontianak,bullying,perundungan,kasus audrey,pelecehan seksual

Psikolog minta penggunaan Sosial media dikontrol orang tua

Ilustrasi (foto: suakaonline.com) (/)

Makassar (ANTARA) - Psikolog Perkembangan dan Pendidikan, Eva Meizara Puspita Dewi meminta orang tua lebih meningkatkan kontrol penggunaan sosial media (sosmed) pada anak-anak karena materi di sosmed bisa berdampak pada pola fikir, moral dan psikologis anak.

"Karena sosial media sekarang ini sudah bebas banget. Sementara bagi remaja atau anak-anak kita tengah berada di usia trial (mencoba) yang tinggi, dan meniru sehingga apa yang diliat itu yang ditiru," jelas Eva di Makassar, Rabu.

Kontrol kepada anak, kata Eva sapaannya, bukan hanya sebatas melihat kecenderungan anak bergaul di dunia nyata namun juga butuh kontrol yang lebih di dunia maya, sebab pergaulan dan interaksi saat ini lebih banyak menggunakan sosmed.

Sehingga dibutuhkan sajian-sajian edukasi agar berdampak baik bagi perkembangan moril anak.

Menurut Eva, tanggung jawab keluarga paling penting sebagai unsur komunitas kecil dan utama dalam perkembangan anak menghadapi era yang super canggih. Ironisnya, tren ini bukan hanya di daerah perkotaan saja, namun begitu pula pada wilayah pedesaan.

"Sekarang medsos sudah sampai di desa-desa bahkan di pelosok, jadi semuanya sudah tersentuh dan akses itu terbuka secara luas tanpa ada batasan. Karena itu, pemerintah juga harus berperan dalam menyaring konten-konten yang tidak selayaknya dipertontonkan secara komersil," ungkapnya.

Selain keluarga, peranan sekolah juga sangat menentukan pembentukan karakter pada anak-anak. Memperbanyak edukasi terkait bahaya sosmed, pendalaman literasi media, serta upaya pencegahan menjadi hal yang sangat dibutuhkan saat ini.

Kata Eva, dari sekolah, seharusnya ada pencegahan berupa hukuman yang jelas bagi siswa yang melakukan hujatan atau cacian melalui medsos karena jika tidak ada, anak-anak ini akan merasa tidak terjadi apa-apa.

"Seperti yang sering muncul, bullying antarsesama siswa. Guru tidak boleh tinggal diam, harus mengambil langkah-langkah pencegahan agar hal ini tidak terjadi terus menerus bahkan bertambah dan dilakukan anak-anak yang lain," tandas Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) ini.

Selain itu, masyarakat juga andil dalam mencegah dampak negatif sosmed. Masyarakat harus saling menjaga satu sama lain, berani menegur jika ada hal-hal yang tidak sesuai kepada anak-anak.

"Anak yang dimaksud bukan hanya anak biologis kita, tapi anak-anak sekitar kita menjadi tanggungjawab bersama. Memang ini perlu didiskusikan oleh orangtua, perlu pemahaman komperehensif supaya tidak ada ketersinggungan," jelasnya.

Perbaikan tayangan televisi sebagai tontonan masyarakat juga dianggap Eva menjadi tugas pemerintah untuk perbaikan masa depan bangsa. Sebab tidak sedikit tayangan malah dianggap memicu kasus bullying maupun perilaku tidak terpuji kerap dipertontonkan di televisi.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar