WNI di Wollongong Australia obati kerinduan dengan pengajian bersama

id Mahasiswa di Wollongon,Pengajian

Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini bermukim di Wollongon, New South Wales, Australia menggelar pengajian pertama pasca Hari Raya Idul Fitri di Graduate House Universitas Wollongong, Keiraville, Jumat (21/06/2019). ANTARA Foto/HO/Haidir Putra Siagian

Makassar (ANTARA) - Sedikitnya 50 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini bermukim di Wollongong, New South Wales, Australia, menggelar pengajian pertama pasca Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah sebagai salah satu upaya mempererat silaturahmi sekaligus pengobat rasa rindu kepada Tanah Air.

Mereka terdiri dari 15 kepala keluarga yang tergabung dalam Jamaah Pengajian Illawarra (JPI), didominasi mahasiswa program doktoral dan beberapa di antaranya bekerja di sana.

Berdasarkan rilis yang diterima, Sabtu, Haidir Fitra Siagian yang baru saja berpindah bersama keluarganya ke Wollongong, Australia mengatakan bahwa sebagai WNI yang sedang belajar di luar negeri senantiasa ada keinginan bertemu sesamanya.

"Apalagi masih dalam suasana Idul Fitri 1440 H, suasana kehangatan dan kebersamaan adalah sesuatu yang dirindukan," ucapnya.

Hal ini pula yang menjadi latar belakang warga Indonesia di Wollongong, Australia, mengadakan silaturahmi dan pengajian.

Ketua JPI, Diny Zulkarnaen, menyampaikan kegiatan serupa telah rutin dilakukan oleh WNI di Wollongong, termasuk mengkoordinir kegiatan sosial, seperti acara anak-anak.

Selain silaturahmi, acara juga dirangkai dengan tadarus Alquran anak-anak.

"Mereka terdiri dari anak-anak Indonesia yang ikut orang tuanya ke sini dan melanjutkan pendidikan di beberapa sekolah di Wollongong," ungkap Dosen UIN Sunan Gunung Jati Bandung ini.

Acara digelar di Graduate House Universitas Wollongong, Keiraville. Bertindak sebagai tuan rumah ialah keluarga dr. Nurhira Abdul Kadir, MPH yang tengah menjalani program doktoral di Kampus UoW.

Sebagai tuan rumah yang berasal dari Sulawesi Selatan, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar ini menyediakan makanan khas Coto Makassar.

Hal ini dilakukan untuk mengobati kerinduan terhadap kuliner Indonesia. Hidangan lain seperti pisang goreng ala Mandar juga melengkapi berbagai macam kue yang dibawa ibu-ibu lainnya seperti onde-onde, bakwan, dan otak-otak ikan.
 
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar