Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Jumat, menyatakan, sehari pascabentrokan antarwarga kedua desa di Kabupaten Bone dan Soppeng, situasinya telah berangsur aman dan terkendali.
Kondisi di kedua kampung di perbatasan Bone dan Soppeng yang berseteru, telah dapat dikendalikan dan tersangka yang diduga melakukan pembunuhan pun telah ditangkap oleh kepolisian setempat. Ia berharap, siapa saja yang terlibat dalam peristiwa bentrokan tersebut diproses secara hukum.
"Hari ini saya sudah turun langsung ke Soppeng dan melakukan pertemuan dengan seluruh muspida di sana. Tadi saya minta Bupati Soppeng dan Bone beserta muspida turun untuk meredakan kejadian agar tidak meluas," katanya.
Jika hal tersebut tidak dilakukan, lanjutnya, dikhawatirkan bentrokan akan terus berlanjut dan mengakibatkan bertambahnya korban jiwa dan harta.
"Saya minta pemerintah memberikan dukungan kepada korban. Banyak yang tidak berdosa jadi korban. Bupati saya minta tangani ini dan pemprov akan siap membantu apa yang dibutuhkan," ujarnya.
Peristiwa ini, tambahnya, harus jadi pembelajaran bagi semua pihak. "Segera antisipasi dampaknya. Pemda harus siap agar tidak lagi terjadi konflik horizontal antara kelompok dengan kelompok," ujarnya.
Bentrokan dipicu tewasnya seorang warga Desa Tabbae, Kabupaten Bone yang ditikam oleh warga Desa Pappae, Kecamatan Lilirilau, Soppeng. Kemudian, pada Kamis (9/6) dini hari, sekelompok warga Tabbae melakukan pembalasan dengan menyerang warga Pappae.
Akibat peristiwa ini, lima rumah warga dibakar, termasuk di dalamnya belasan kendaraan roda empat dan roda dua. (T.KR-RY/F003)

