Mamasa, Sulbar (ANTARA News) - Sebanyak 2.000 warga di Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat turun ke jalan untuk melakukan aksi cinta damai dalam rangka memulihkan citra buruk sekaligus menepis isu telah terjadi konflik bernuansa SARA di wilayah itu.
"Siang ini ribuan masyarakat melakukan aksi long march sembari memainkan musik bambu tradisional menuju lapangan Kondospata Mamasa. Aksi ini melibatkan berbagai unsur termasuk dari kalangan lintas agama," kata Koordinator Aksi Forum Rakyat Cinta Damai (Forcida) Mamasa Marthinus di Mamasa, Minggu.
Menurut dia, aksi longc marc yang dipadati masyarakat Mamasa ini berjalan kaki menuju kantor DPRD Mamasa dan berakhir di lapangan sepakbola Kondosapata Mamasa.
"Aksi damai yang kami lakukan untuk memulihkan citra daerah Mamasa dari berbagai isu pasca terjadinya bentrok aparat pengamanan dan masyarakat dan pasca lahirnya amar putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung yang telah membebaskan 24 terpidana korupsi termasuk mantan bupati Mamasa Obed Negodepparinding," katanya.
Ia mengatakan, massa yang melakukan aksi unjuk rasa ini telah melibatkan para perwakilan dari 17 kecamatan yang ada di Mamasa.
Marthinus mengatakan, ada beberapa poin yang disampaikan di antaranya bahwa daerah Mamasa tetap cinta damai dan menjunjung tinggi perbedaan suku dan agama maupun ras.
"Perbedaan merupakan alat pemersatu bangsa. Karena itu, semua masyarakat di daerah Mamasa nilia-nilai kebersamaan tanpa harus melakukan konflik," ungkap dia.
Aksi damai yang dilakukan, kata dia, sekaligus menepis bahwa daerah Mamasa masih mencekam sehingga berdampak buruk terhadap keberlangsungan pembangunan yang sedang berjalan.
"Pemerintah pusat harus mengetahui bahwa daerah Mamasa selalu dalam keadaan damai tanpa ada konflik yang berkepanjangan,"tuturnya.
Ia juga mengatakan, masyarakat Mamasa mengecam jika adanya kelompok-kelompok yang ingin membuat daerah ini seolah-olah mencekam dan tidak kondusif.
"Kami mengajak semua lapisan masyarakat di Mamasa untuk tetap menjaga agar situasi kondusif tetap terjaga,"jelasnya.
Karena itu, kata dia, pihaknya mengajak baik PNS, petani, pedagang maupun pengusaha untuk ikut berpartisipasi dalam melakukan aksi damai.
Dalam aksi ini, kata dia, mendukung pemerintahan yang dipimpin langsung oleh Bupati Mamasa, Ramlan Badawi untuk tetap melanjutkan proses pembangunan di Mamasa.
Selain itu, kata dia, mendukung Polres Mamasa dalam upaya penegakan supermasi hukum. (T.KR-ACO/S023)

