Mamuju (ANTARA News) - Produksi komoditi pertanian tanaman cengkeh di Provinsi Sulawesi Barat, hanya bisa mencapai 733 ton/tahun dengan luas areal 2,795 hektare.
"Produksi cengkeh belum begitu signifikan. Namun, secara umum produksi cengkeh tahun 2011 ini terbilang meningkat dibandingkan produksi tahun 2010 dengan capaian 611 ton/tahun,"kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Tanawali di Mamuju, Sabtu.
Menurut dia, tingkat produksi komoditi cengkeh ini tak seperti komoditi lainnya seperti kakao.
"Banyak petani cengkeh mulai beralih tanam dengan mengembangkan kakao. Makanya, tingkat produksi cengkeh masih sangat minim,"ungkapnya.
Ia mengatakan, kabupaten yang memberikan kontribusi produksi cengkeh adalah Kabupaten Mamuju Utara sekitar 293 ton/tahun dengan luas areal 509 hektare.
Kemudian kata dia, Kabupaten Majene dengan tingkat produksi sekitar 278 ton/tahun dengan luas areal sekitar 812 hektare.
"Untuk tiga kabupaten lainnya seperti Mamuju, Polman dan Mamasa jumlah produksi cengkeh sangat kecil dibandingkan dua kabupaten penyumbang produksi terbanyak di Sulbar,"jelas Tanawali.
Tanawali memaparkan, jika merujuk pada data yang ada maka produksi cengkeh tahun 2011 meningkat walaupun luas areal lebih sedikit dibandingkan tahun 2010.
"Produksi cengkeh tahun 2010 hanya sekitar 611 ton/tahun dengan luas areal 2.973 hektare. Ini menunjukkan hasil panen cengkeh meningkat karena luas areal perkebunan cengkeh tahun 2011 hanya 2.795 hektare dengan luas 2,795 hektare,"pungkasnya. (T.KR-ACO/M009)

