Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pengasuh Pondok Pesantren Awaluddin Kuo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menilai tingkat kepribadian generasi Islam semakin merosot sehingga perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi melalui perbaikan pola pendidikan keagamaan di daerah ini.
"Generasi muda di masa kini mulai tergerus dengan pengaruh luar sehingga perlu dilakukan pencegahan agar kelak bangsa ini melahirkan sosok generasi yang berakhlak," kata salah seorang pengasuh Ponpes Awaluddin Kuo, Erwin Haryadai di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, momentum peringatan tahun baru Islam 1435 Hijriah diharapkan menjadi tongkat awal untuk melahirkan generasi mudah yang memiliki budi pekerti yang luhur.
Karena itu, kata dia, para kader-kader juga dapat lebih berperan aktif dalam melakukan pembinaan terhadap generasi Nahdiyin.
"Kami melihat fenomena generasi Islam yang saat ini hampir mencapai dari pada tingkat kemerosotan moral," jelasnya.
Erwin menyampaikan, merosotnya moral generasi Islam bisa dilihat dengan maraknya aksi tawuran antar pelajar di beberapa daerah.
Bukan hanya itu, generasi muda di daerah ini juga mulai terkontaminasi dengan minuman keras, pergaulan bebas dan narkoba.
"Kondisi seperti itu tentu menjadi ancaman. Makanya. Semua pihak harusnya bisa memberikan bimbingan agar generasi muda terhindar dari kegiatan yang dapat merusak karakter dan kepribadian anak-anak di masa yang akan datang," jelasnya.
Erwin mengatakan, anak-anak yang ada di Ponpes setiap saat diberikan pola pendidikan yang berkaitan dengan peningkatan kepribadian.
Sehingga, kata dia, kader-kader Islam dituntut bergerak cepat untuk melakukan pembinaan terhadap generasi muda.
Pada momen tahun baru Islam kata dia, beberapa rangkaian acara telah digelar diantaranya bhakti sosial dan berbagai agenda lainnya.
Kegiatan itu, kata dia, paling tidak mampu menimbulkan sikap patriotisme,dan kecintaan terhadap agama islam dan menjunjung Alqur`an dan Hadist.
"Momen tahun baru islam hanya digelar sederhana Dengan kegiatan pawai yang diikuti remaja masjid yang ada di Mamuju.
"Pawai ini cukup ramai dengan jumlah mencapai 500 pelajar gabungan Ponpes, SD Inpres satu, dua dan tiga," ungkapnya.
Paling tidak, kata dia, kegiatan tahun baru Islam dapat merefleksi perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan Agama Islam. Agus Setiawan

