Makassar (ANTARA) - Kepala Polres Luwu, Sulawesi Selatan, AKBP Arisandi memberikan ulasan besarnya peluang menjadi petani milenial di Indonesia menanggapi adanya fenomena #KaburAjaDulu.
"Justru dengan adanya tagar (tanda pagar) kaburajadulu itu menjadi pemantik para pemuda di Luwu untuk memaksimalkan potensi dengan menjadi petani milenial," ujarnya melalui keterangannya diterima di Makassar, Rabu.
Kapolres Luwu dalam forum Dialog Kamtibmas Jaga Ketahanan Pangan bersama DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Luwu, mengatakan peluang dan tantangan selalu ada dalam setiap individu yang ingin mengembangkan karir dan kemampuannya.
AKBP Arisandi menyatakan bahwa melalui operasi ketahanan pangan Polri tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga terlibat langsung dalam pencegahan potensi gangguan terhadap rantai pasok pangan.
"Kami selama beberapa tahun terakhir ini mengembangkan potensi-potensi daerah dan di Luwu itu potensi pertanian dan perkebunan itu cukup besar. Jadi, kami melalui operasi ketahanan pangan Polri itu terus bersinergi dengan masyarakat dan lainnya," katanya.
Dia menerangkan kegiatan dalam operasi ketahanan pangan itu mencakup pengawasan terhadap penyimpangan distribusi, penimbunan ilegal, hingga upaya menangkal praktek-praktek spekulatif yang dapat merugikan petani maupun konsumen.
Menurut dia, peran itu menunjukkan bahwa Polri hadir sebagai mitra strategis dalam menciptakan sistem pangan yang lebih tangguh dan adil.
“Terkait tagar #KaburAjaDulu, mau ke mana, justru di daerah kita ini kita memiliki berbagai potensi perkebunan, perikanan dan pertanian. Para pemuda sebagai generasi penerus dapat menjadi petani milenial dengan memanfaatkan teknologi dengan target pasar yang jelas dan harga yang cukup menguntungkan," ucap Arisandi.
Selain itu, Polres Luwu juga menjelaskan bahwa telah melakukan peluncuran program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dengan melibatkan Pengurus Bhayangkari sebagai pengelola utama.
Hal yang sama juga didorong kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan pekarangannya agar tercapai ketahanan pangan tingkat rumah tangga.
Persoalan lain yang juga mengemuka dalam sesi diskusi diantaranya harga gabah yang masih di bawah standar, ketersediaan bibit unggul serta ketersediaan air bagi pertanian.
Turut hadir dalam kegiatan itu yaitu Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin, para Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran Polres Luwu, perwakilan kelompok tani dari berbagai desa di wilayah Kabupaten Luwu serta Polisi Penggerak Ketahanan Pangan dari Polres Luwu.