Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidenreng Rappang (Sidrap) sedang merancang Koperasi Merah Putih untuk menjadi salah satu penyedia bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Melalui koperasi, hasil produksi akan diolah menjadi bagian dari Program MBG. Ini model ekonomi hulu ke hilir yang konkret," kata Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat dikonfirmasi, Selasa.
Dari hasil rapat koordinasi bersama jajarannya malam tadi, kata dia, Koperasi Merah Putih dibentuk untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa dan kelurahan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Koperasi ini harus menjadi wadah ekonomi masyarakat, mulai dari produksi hingga pemasaran hasil," katanya.
Ia mengemukakan Kabupaten Sidrap memiliki 68 koperasi desa dan 38 koperasi kelurahan yang dapat diperkuat melalui potensi hasil komoditas lokal, seperti telur, beras, sayuran, dan ikan air tawar.
"Koperasi Merah Putih ini harus hadir mengolah dan memasarkan hasil tersebut secara mandiri," katanya.
Sahar juga menekankan pentingnya sinergi antara program pemerintah pusat dan pemerintah daerah merealisasikan Koperasi Merah Putih, swasembada pangan, dan Program MBG guna memperkuat ekonomi masyarakat.
Ia menargetkan seluruh koperasi Merah Putih mulai berjalan pada Juli dan berdiri di semua desa dan kelurahan pada akhir Agustus 2025.
"Saya minta pengurus koperasi, lurah, kepala desa, dan camat, segera menyusun konsep bisnis koperasi sesuai potensi wilayah masing-masing dan menjalin kolaborasi erat," katanya.
Sebelumnya Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengelar rapat koordinasi berkaitan Koperasi Merah Putih bersama Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Muhammad Rohady Ramadhan.
Hadir pula Kajari Sidrap Sutikno, Dandim 1420 Letkol Inf Awaloeddin, Kapolres AKBP Fantry Taherong, serta Kepala Bank Sulselbar Cabang Sidrap Andi Trisna Wardani serta sejumlah kepala OPD, camat, lurah, dan kepala desa setempat.

