Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan 350 ribu benih kentang kepada petani di tiga kabupaten yakni Kabupaten Enrekang, Gowa dan Bantaeng sebagai bagian dari upaya mendukung program kemandirian pangan.
"Bantuan benih kentang ini diperuntukkan kepada petani di tiga kabupaten dan kami berharap produktivitas kentang bisa meningkat lagi dan mendukung program swasembada dan ketabahan pangan Indonesia," ujarnya di Gowa, Rabu.
Sudirman Sulaiman mengatakan, Pemprov Sulsel dalam waktu dekat akan mengembangkan program sambung pucuk kakao sebanyak 15 ribu.
Ia menyatakan program dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap para petani di Sulawesi Selatan.
Menurut dia, program sambung pucuk kakao adalah teknik perbanyakan tanaman kakao secara vegetatif dengan menggabungkan dua bagian tanaman yang berbeda, yaitu batang atas (entres) dari tanaman kakao unggul dan batang bawah (stock) dari tanaman kakao yang sudah ada atau bibit, untuk menciptakan tanaman baru yang memiliki sifat unggul dari entres dan kemampuan adaptasi batang bawah.
“In syaa Allah setelah kentang, tahun depan akan kita lanjutkan dengan program sambung pucuk kakao. Target kami 15 ribu penyambungan untuk mendongkrak produktivitas kakao masyarakat,” katanya.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan benih dan sertifikat (Penangkar Bontona), Syamsu Marlin mengaku sangat bersyukur dan bahagia.
Menurutnya bantuan sebanyak 35 ribu benih per penangkar ini sangat baik dan membantu para petani lokal seperti dirinya.
“Tentu bahagia karena sangat membantu petani kentang seperti kami, karena kalau kita ambil benih dari luar harganya cenderung mahal dan semoga adanya bantuan ini produksi kita akan bertambah dan benihnya mudah beradaptasi dengan iklim disini karena diproduksi di Sulsel sendiri,” katanya.
Ia berharap bantuan ini bisa berkelanjutan dan merambah daerah lain sehingga semakin banyak petani kentang yang mendapat keunggulan dari benih stek kentang tersebut.

