Jayapura (ANTARA Sulsel) - Kawasan perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) khususnya kawasan Merauke-Daru (PNG) rawan penyelundupan.
Komandan Lantamal XI Merauke Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana kepada Antara, Selasa, mengakui, wilayah yang rawan adalah sekitar kawasan perairannya akibat terbatasnya sarana penunjang seperti perahu motor.
Para penyelundup, kata Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana, sebagian besar berkebangsaan Indonesia.
Adapun barang yang diselundupkan dari wilayah PNG biasanya berupa hasil laut seperti teripang, perut ikan dan ganja.
"Banyak warga Indonesia yang nekad masuk kewilayah PNG untuk membeli hasil laut dari warga PNG karena tergiur harganya yang mencapai jutaan,seprti teripang," kata Komandan Lantamal XI Merauke melalui telepon selular dari Jayapura.
Dikatakan, pihaknya hanya bisa memonitor keluar-masuk warga baik wni maupun wn PNG bila mereka melaporkannya ke Torasi yang saat ini dijaga satu pleton marinir.
Namun bila tidak melapor ke pos TNI-AL (posal) Torasi maka pihaknya tidak akan mengetahuinya, aku Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana.
Menurut dia, selain membeli hasil laut dan narkoba jenis ganja, warga Indonesia membawa sembako untuk dijual ke PNG. "Mudah-mudahan kita mendapat tambahan peralatan sehingga patroli dapat dilakukan secara maksimal," harap Brigjen TNI (Mar) Buyung Lalana.
Merauke-Torasi dapat ditempuh sekitar delapan jam dengan menggunakan perahu motor, namun lamanya perjalanan tergantung cuaca. A. Lazuardi

