Mamuju (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melibatkan mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak dari Institut Hasan Sulur melakukan validasi data anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Polewali Mandar.
Kepala Disdikbud Provinsi Sulbar Muhammad Nehru Sagena, di Polewali Mandar, Jumat, mengatakan, pelibatan mahasiswa KKN Berdampak itu sebagai langkah strategis mensinergikan program unggulan pemerintah daerah dalam penanganan ATS dengan peran aktif akademisi melalui pengabdian masyarakat.
"Kegiatan KKN ini memiliki misi khusus yang sejalan dengan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, yaitu pengentasan ATS dan target wajib belajar 13 tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah hingga jenjang menengah atas," kata Nehru Sagena.
Ia juga mengajak seluruh mahasiswa untuk menumbuhkan empati dan menyadari bahwa banyak anak di wilayah Sulbar, khususnya di Polewali Mandar yang tidak memiliki kesempatan pendidikan yang sama.
"Fokus utama para mahasiswa nantinya adalah melakukan rekonfirmasi dan validasi data ATS secara langsung di dua lokasi, yaitu Desa Laliko di Kecamatan Campalagian dan Kelurahan Takatidung di Kecamatan Polewali," kata Nehru Sagena.
Nehru Sagena mengajak para mahasiswa untuk tidak sekadar menggugurkan kewajiban SKS, melainkan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa banyak anak di Kabupaten Polewali Mandar yang tidak seberuntung para mahasiswa dalam mengecap pendidikan.
"KKN ini disebut KKN Berdampak. Artinya, kehadiran mahasiswa harus berpengaruh bagi masyarakat dan daerah. Kita ingin memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah 7-25 tahun yang berada di luar sistem pendidikan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Nehru Sagena memberikan penjelasan mendalam mengenai kategori ATS yang harus diidentifikasi, mulai dari kelompok putus sekolah, lulus tidak melanjutkan (LTM), hingga mereka yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan formal maupun nonformal.
"Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa akan dibekali instrumen berupa formulir rekonfirmasi data khusus serta akun operator desa untuk memastikan data sekunder yang dimiliki oleh pemerintah, sesuai dengan fakta di lapangan," kata Nehru Sagena.
Sementara itu, Rektor Institut Hasan Sulur Agusnia Hasan menyampaikan komitmennya mendukung penuh penuntasan masalah ATS di daerah itu
"Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat demi efektivitas intervensi kebijakan pendidikan di Sulbar, sehingga kehadiran mahasiswa KKN Institut Hasan Sulur benar-benar memberikan dampak nyata dalam mengembalikan anak-anak kembali ke bangku sekolah," ujar Agusnia.
KKN Berdampak adalah program Kuliah Kerja Nyata yang difokuskan pada pemberian kontribusi nyata, terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik.
Kegiatan ini mengintegrasikan keilmuan mahasiswa untuk menyelesaikan masalah lokal, mendukung pembangunan desa, dan menciptakan perubahan positif yang dirasakan langsung oleh warga, seperti peningkatan literasi, digitalisasi, kesehatan dan ekonomi lokal.

