Senin, 23 Oktober 2017

Pusat Kajian Unhas Jadi Panglima Penegakan Hukum

id pusat kajian, dwia aries tina pulubuhu, unhas
Pusat Kajian Unhas Jadi Panglima Penegakan Hukum
Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
Makassar (Antara Sulsel) - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA berharap Gedung Pusat Kajian Unhas yang diresmikan hari ini dapat menjadi panglima penegakan hukum yang berkarakter dan beretika.

"Kami tentunya berharap Gedung Pusat Kajian Fakultas Hukum Unhas ini melahirkan pandangan inovatif dan menjadi panglima lahirnya penegakan hukum yang berkarakter dan beretika," kata Dwia di Makassar, Selasa.

Ia menjelaskan kerja sama antara dunia pendidikan dan kejaksaan perlu didukung. Untuk itu, dengan peresmian gedung tersebut diharapkan bisa memberikan pengaruh positif dan berkontribusi khususnya dalam penegakan hukum di Indonesia.

"Unhas sudah memiliki banyak MoU (memorandum of understanding), kegalauan kami apakah bisa direalisasikan, ternyata sejak dilakukan di 2015, Pusat Lembaga Kajian Kejaksaan dapat terbentuk di bawah naungan Fakultas Hukum Unhas," kata Dwia.

Saat ini, kata dia, Fakultas Hukum Unhas juga terus fokus mempersiapkan diri agar bisa memperoleh akreditasi internasional guna bisa menjawab tantangan global.

Dwia mengatakan untuk daya saing nasional, Unhas memiliki peran strategis, salah satunya adalah melalui para alumni.

"Salah satu contohnya adalah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai Ketua Ikatan Alumni Hukum Unhas yang dapat menjadi simbol dan menjadi penentu kebijakan serta memberikan pengaruh baik," ujarnya.

Peresmian Gedung Pusat Kajian Unhas ini merupakan rangkaian dari acara penyerapan aspirasi masyarakat dengan tema "Penguatan Kejaksaan dalam Sistem Ketatanegaraan di Indonesia" yang dilaksanakan di Auditorium Prof A Amiruddin Unhas.

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Zulkifli Hasan, Jaksa Agung RI HM Prasetyo, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Kajati Sulsel Jan Maringka, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Ketua DPRD Sulsel HM Roem.

Selain itu hadir pula Sekretaris Daerah Pemprov Sulsel Abdul Latif, sejumlah bupati dan wali kota se-Sulsel, serta akademisi Indonesia yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada tahun 2010 Jimly Asshiddiqie sebagai pembicara utama dalam acara seminar tersebut.

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga