Gaya hidup sehat untuk lansia supaya tidak demensia

id lansia,demensia,gaya hidup sehat,pelupa,Dokter Nugroho Abikusno,InResAge Universitas Trisakti,Universitas Atma Jaya Pluit

Ilustrasi lansia

Jakarta (Antaranews Sulsel) - Seiring bertambahnya usia, orang lanjut usia (lansia) bisa mengalami penurunan fungsi kognitif, jika tidak diimbangi dengan gaya hidup yang sehat.

Dokter Nugroho Abikusno dari InResAge Universitas Trisakti, yang juga tergabung dalam Perkumpulan Asuhan Demensia Indonesia, menyatakan lansia perlu didukung oleh lingkungan yang positif agar dia tetap produktif.

"Kalau tidak produktif, bisa jadi pelupa," kata dia saat ditemui di sebuah diskusi tentang demensia di Universitas Atma Jaya Pluit, Kamis.

Demensia dapat berdampak besar pada kualitas hidup lansia. Untuk mencegahnya, Nugroho memberikan sejumlah saran, selain makanan yang sehat, untuk mengurangi risiko demensia.

1. Olah raga
Buat aktivitas olah raga menjadi sesuatu yang menyenangkan, pilihannya pun bebas, mulai dari jalan kaki hingga jogging. Lansia yang sudah lanjut juga dapat melakukan senam khusus untuk lansia maupun olah raga seperti yoga dan tai chi.

2. Tidur 7 jam sehari
Usahakan tidur 7 jam sehari antara pukul 22.00-03.00 agar tubuh dapat melakukan detoksifikasi, salah satu tanda detoks adalah buang aor di pagi hari.

3. Latihan otak
Aktivitas seperti membaca, menulis dan mendengarkan dipercaya dapat membantu melatih daya ingat. Selain itu, aktivitas yang tergolong membantu daya ingat juga termasuk mendongeng dan belajar bahasa.

4. Mengasuh cucu
Di kota besar, lazim ditemui keluarga tiga generasi tinggal dalam satu atap. Menurut Nugroho, salah satu keuntungan mengasuh cucu adalah membantu lansia berinteraksi dengan generasi yang lebih muda.

Dihimpun dari berbagai sumber, berinteraksi dengan orang lain merupakan aktivitas sosial yang membantu lansia tidak merasa kesepian.

5. Bertemu teman sebaya
Bertukar kabar dengan sesama lansia dapat membantu orang tua untuk melatih keterampilan berkomunikasi. Lansia disarankan bersosialisasi dengan teman lama mereka, bisa jadi rekan kerja atau teman semasa sekolah dulu.

Seiring dengan perkembangan zaman, mengobrol dengan teman juga bisa dilakukan melalui pesan singkat di ponsel. Menurut Nugroho belajar menggunakan ponsel, misalnya untuk berkirim pesan di WhatsApp, membantu mengasah kemampuan kognitif.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar