Dinkes Sulbar sosialisasi orentasi asuhan gizi terstandar

id dinkes sulbar, sosialisasi orentasi asuhan gizi terstandar,tenaga pelaksana gizi,puskesmas,ahmad azis

Penderita gizi buruk Wahyu warga Desa Kabuloang, Kecamatan Kalukku, mendapat perawatan intensif di RSUD Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (14/2). Wahyu yang berumur 7 tahun memiliki berat badan tujuh kilo gram telah menderita gizi buruk sejak berumur 5 tahun. (ANTARA FOTO/Akbar Tado)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat melakukan sosialisasi untuk orientasi asuhan gizi terstandar bagi tenaga pelaksana gizi (TPG) puskesmas

"Sejak tahun 2003 American Dietetic Associaian (ADA) menyusun Standarite Nutriticn Care (NCP) atau dikenal dengan Proses Asuhan Bizi Terstandar (PAGT) dengan tujuan agar tenaga gizi dapat memberikan pelayanan asuhan gizi dengan kualitas tinggi aman efektif," kata Kadis Kesehatan Provinsi Sulbar, Ahmad Azis M Kes di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan, program tersebut bertujuan agar asuhan asuhan gizi dilakukan sacara beragam aleh tenaga gizi di Indanesia gizi terarah dari sebelumnya.

"Selama ini tidak terarah karena asuhan gizi diarahkan untuk mengatasi diagnosis medis sehingga hasil asuhan gizi menjadi beragam dan efektifitasnya tidak jelas," katanya.

Menurut dia, perbedaan mendasar PAGT dengan asuhan gizi yang dilakukan sebelumnya terletak pada diagnasis gizi dalam PAGT terdiri dari 4 langkah sistematis yaitu mulai dari pengakajian atau assesmen Gizi diagnasis gizi, intervensi gizi, serta monitoring dan evaluasi gizi.

"Langkah pertama adalah pengkajian gizi yaitu merupakan proses dinamis mulai dari pengumpulan data, mengidentifikasi masalah gizi terkait aspek riwayat kien, aspek Hinis, biokimia, riwayat makan, serta aspek perilaku-lingkungan yang menjadi dasar pemikiran kritis proses selanjutnya Selanjutnya adalah Penetapan diagnosis gizi yaitu merupakan langkah kritis memberi nama spesifik masalah gizi untuk," katanya.

Selanjutnya kata dia, sebagai dasar intervensi gizi, intervensi gizi merupakan langkah konkrit dari asuhan gizi yang diberikan kepada pasien berupa terapi gizi.

"Intervensi gizi dapat berupa pemberian makan atau diet, konseling ataupun edukasi, langkah terakhir adalah Monitoring dan Evaluasi Gizi dilakcanakan untuk mengetahui efektifitas intervensi gizi yang talah dilakukan mengetahui sejauh mana outcome target dapat tercapai dan menentukan rencana tindak lanjut,"katanya.

PAGT yang dilaksanakan dengan konsisten akan meningkatkan profesianalisme tenaga gizi sehagai pamberi layanan asuhan gizi melalui cara berpikir dan membuat keputusan secara kritis dalam upaye menargani masalah giz.

Oleh karena itu ia mengatakan, Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar Barat melaksanakan orientasi asuhan gizi bagi TPG dengan tujuan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan dalam memberiakan Asuhan gizi terstandar dalam mielalulkan kaian datamans gizi secara tepat dan melakukan intervensi gizi secara dini dan tepat melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan gizi.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar