Sulsel bentuk Institut Kopi kembangkan komoditas unggulan

id Institut kopi, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Ilustrasi (George Hodan/publicdomainpictu)

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) tengah merancang pembentukan institusi kopi sebagai upaya mengembangkan potensi komoditas unggulan daerah tersebut.

Kepala Balitbangda Sulsel, Iqbal Suhaeb dalam keterangan persnya di Makassar, Jumat, mengatakan Institut Kopi yang rencana dibentuk sebagai wadah pelatihan bagi masyarakat khususnya petani kopi untuk lebih memaksimalkan produksi. 

Pembentukan Institut Kopi agar masyarakat petani bisa mengelola kopi dengan profesional dan dapat berinovasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, alasan membentuk Institut Kopi karena merupakan salah satu komoditi unggulan Sulsel yang telah mendunia. Terlebih, masa sekarang, kopi bahkan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. 

"Jadi kita mau kelola kopi itu secara profesional. Dimana bukan hanya kita belajar tentang budidaya kopi tapi termasuk hilirisasi kopi, selain itu, yang digagas ini sifatnya akademi komunitas, kita istilahkan dengan institut kopi," jelas Iqbal.

Pemprov Sulsel juga telah bekerjasama dengan Politeknik Pangkep dan SMK yang ada di Enrekang.

"Institut kopi itu tidak memiliki tingkatan degreenya, jadi itu akademi komunitas," sambungnya. 

Untuk itu Iqbal berharap pembentukan Institut Kopi ini nantinya menjadi stimulan bagi masyarakat petani.

Menurut dia, pengembangan inovasi produk unggulan daerah ini melibatkan pemerintah baik daerah dan pusat, dunia usaha, akademisi dan masyarakat. 

"Di dalamnya harus ada lembaga riset yang akan menggodok inovasi, termasuk enterpreneurship dan asosiasi profesi yang terlibat di dalamnya," katanya.

Persaingan global dan perubahan globalisasi yang sangat signifikan membuat Pemprov Sulsel dipaksa untuk berpikir strategis dalam mensinkronkan dan menyelaraskan kemajuan antar sektor ekonomi dan antar wilayah. Hal ini demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus menjadi pertahanan yang kokoh bagi kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional.

Peningkatan peran pemerintah daerah, hubungannya dengan daya saing daerah didalam peningkatan ekonomi berbasis inovasi, terutama terkait dengan Revolusi Industri 4.0. 

"Dapat dilakukan melalui pendekatan research and development yang menitikberatkan pada kolaborasi antar sektor," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar