Berbagi bahagia dan berpetualang bersama XL

id Berbagi Petualangan Wisata Bersama XL,Beautiful Malino,bupati gowa,adnan prurichta ichsan,sulawesi selatan

Berbagi bahagia dan berpetualang bersama XL

Lokasi wisata Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. (Antara Foto/Muh Hasanuddin)

Makassar (ANTARA) - Seiring perkembangan teknologi dan informasi, para penyedia jasa piranti lunak maupun korporasi penyedia layanan jaringan juga semakin mengembangkan sayapnya dengan terus melakukan inovasi dan melahirkan terobosan baru.

Tak terkecuali PT XL Axiata Tbk atau disingkat XL yang sebelumnya bernama PT Excelcomindo Pratama Tbk juga ikut dalam membangun peradaban dengan menawarkan berbagai layanan bagi semua kalangan.

Di kehidupan serba maju seperti sekarang ini, atau lebih dikenal dengan istilah millenial, segala momen-momen penting terekam dan terdokumentasi dengan baik serta dibagikan kepada kerabat, kolega maupun sahabat.

Sejak mulai beroperasinya secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996 atau lebih dari dua dasawarsa, XL terus berkembang dengan komitmennya untuk memberikan keceriaan dan kebahagiaan kepada pengguna jasa layanannya tidak perduli di mana pun berada. Awal beroperasinya XL merupakan perusahaan swasta pertama yang menyediakan layanan telepon seluler di Indonesia.

Kini setelah dua dasawarsa, kebutuhan kaum millenial terus berkembang, mulai dari kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Ada sebagian pengguna jasa yang menjadikan layanan jaringan data sebagai kebutuhan primernya.

Secara literatur, kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang sangat harus terpenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Beberapa contoh seperti sandang, pangan, papan, pekerjaan dan tentunya layanan jaringan data di era millenial saat ini.

Untuk kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi seperti pendidikan, pariwisata dan rekreasi. Serta kebutuhan tersier yakni kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Contoh: mobil, motor, komputer, handphone, ipad.

Dalam kehidupan sehari-hari di masa sekarang ini, ketiga kebutuhan itu menjadi satu kesatuan. Ketika sebagian kaum millenial senang memanjakan dirinya dengan berpetualang seperti di alam bebas, tempat wisata, wahana-wahana tertentu maupun melancong, ada keinginan untuk selalu mendokumentasikan jejak petualangan itu dan membaginya kepada kerabat, kolega dan tentunya para sahabat.

Provider XL sebagai salah satu korporasi penyedia layanan jasa ini telah menyatakan komitmen memberikan layanan terbaik bagi wilayah-wilayah destinasi sehingga para wisatawan yang hobi foto dapat langsung berbagi hasil jepretannya ke sosial media.

General Manager Finance and Management Services XL Axiata Region North, Mozes Haryanto Baottong di awal Februari 2018 lalu mengatakan jika jaringan XL sudah hadir diberbagai destinasi andalan di Indonesia termasuk lokasi wisata Toraja Utara.

"Kami berkomitmen untuk hadir di tempat-tempat yang banyak dikunjungi orang termasuk objek wisata," katanya.

Ia menyebutkan beberapa daerah destinasi yang sudah bisa mendapatkan jaringan 4G produk XL di Sulsel seperti objek wisata Lolai atau "Negeri Di atas Awan" Kabupaten  Toraja Utara, Malino Kabupaten Gowa, dan Pantai Bira Kabupaten Bulukumba, serta objek wisata lain di Bunaken (Sulawesi Utara, dan Gunung Rinjani (Nusa Tenggara Barat).

Perusahaan operator XL, juga terus berkomitmen memenuhi kebutuhan para pelanggan yang memiliki hobi sebagai pencinta alam dan rutin melakukan ekspedisi ke berbagai gunung di Tanah Air.
Suasana perkemahan di pohon pinus, Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dalam rangkaian kegiatan promosi destinasi wisata "Beautiful Malino", 12-14 Juli 2017. (Antara Foto/Muh Hasanuddin)

Melalui pengembangan inovasinya, XL berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas layanannya dari waktu ke waktu serta menyediakan layananya di tempat-tempat wisata yang memang masih belum tereksplorasi dengan maksimal.

Lokasi destinasi wisata alam saja yang tersebar di pelosok Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, belum banyak dikelola dengan baik. Tetapi dengan hadirnya perusahaan penyedia jasa layanan data di destinasi itu, akan sangat membantu banyak pihak. Apalagi jika sudah dibagikan ke media sosial tetapi tentunya dengan menggunakan layanan data seperti yang ditawarkan oleh XL.

XL dan 'Beautiful' Malino

Satu agenda wisata pemerintah daerah di Indonesia salah satunya Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan bertekad menjadi salah satu destinasi wisata alam terbaik yakni dengan memperkenalkan "Malino" ke para pecinta petualangan diberbagai daerah maupun mancanegara.

Langkah awal yang telah dibuatnya yakni dengan membuat kegiatan tahunan yang harapannya nanti akan menjadi agenda dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kegiatan perdananya bertajuk "Beautiful Malino" mulai digelar dengan sangat meriah pada pertengahan Juli 2017.

Berbagai harapan coba di bangun oleh Bupati Gowa Adnan Purichta demi menjadikan destinasi wisata "Malino" sebagai yang terbaik di Sulawesi Selatan. Berbagai pilihan alternatif wisata ditawarkan demi memanjakan diri dengan menghilangkan penat kebisingan perkotaan.

Bahkan kesaksian dari punggawa grup band papan atas Andra and The Backbone, Dedi Lisan disela pementasannya, memukau ppenonton saat konser di alam terbuka dengan suhu terbilang cukup dingin pada angka 15-18 derajat celcius yang membuatnya terus bergerak tanpa  harus merasa berkeringat.

Pada destinasi alam bebas di Malino, XL merupakan salah satu provider yang menancapkan layanan datanya dengan jaringan tercepat tanpa harus buffer pada waktu sedikit lebih lama. Berbagai informasi, baik melalui pemberitaan media massa, unggahan foto dan video oleh kaum millenial di media sosial cukup banyak berseliwerang karena dukungan yang cukup baik dari provider seperti  XL.

Pemerintah Kabupaten Gowa punya target tinggi dengan harapannya menjadikan Malino sebagai pusat destinasi baru di Sulsel. Harapan dari bupati cukup realistis karena berbagai aspek penunjang untuk bisa menjadi destinasi baru terpenuhi.

Berbagai aspek tersebut yakni letaknya yang sangat strategis dengan jarak tempuh hanya sekitar satu jam dari pusat Kota Makassar sebagai ibu kota provinsi Sulsel. Aspek lainnya seperti moda transportasi yang sangat banyak disertai sarana, prasarana  infrastruktur sangat menunjang.

Harapan dari pemerintah daerah, menjadikan Malino sebagai kawasan puncak terpadu Sulsel seperti halnya kawasan puncak Bogor, Jawa Barat yang selalu menjadi magnet bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Melalui pencanangan kegiatan wisatanya itu, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap besar adanya peningkatan jumlah wisatawan baik wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman) di masa depan setelah diluncurkannya "Gowa Heritage" pada rangkaian kegiatan Beautiful Malino.

Peluncuran "Gowa Heritage" oleh Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo didampingi Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Esti Reko Astuty tidak lain karena nilai-nilai sejarah Kabupaten Gowa yang panjang.

Adnan Purichta Ichsan selaku bupati mengaku, banyak hal yang melatari kenapa Gowa harus menjadi warisan sejarah karena sejak zaman kerajaan, Gowa adalah salah satu kerajaan terbesar di nusantara ini atau terbesar di Sulsel.

Dua pahlawan nasional juga disebutnya lahir di tanah Gowa, yakni Sultan Hasanuddin dan Syekh Yusuf. Keduanya adalah pahlawan di masanya, di mana Sultan Hasanuddin adalah raja kerajaan Gowa pada abad XVI.

Selain itu, ada banyak sejarah lainnya dibuat di Gowa yakni perjanjian perdamaian Poso dan Ambon yang semuanya dilakukan di wilayah dataran tinggi tersebut.

"Bagi yang pernah belajar sejarah tentu tahu bagaimana perjalanan dari raja-raja Gowa di masa lampau. Di abad 20 juga ada perjanjian perdamaian dibuat di sini dan itulah semua yang menjadi dasar kita melaunching Gowa Heritage," ungkapnya.
Bupati nyanyi bersama Andra the Backbone (ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin)

 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar