BNF-Taman Nasional Sebangau kerjasama konservasi hayati

id Borneo Nature Fondation,taman nasional sebangau

Ketua Yayasan BNF Juliarta Bramansa Ottay (kiri) dan Kepala Balai TNS Andi Muhammad Kadhafi usai penandatanganan MoU di Palangka Raya, Jumat (26/7). (Foto Antara Kalteng/Rendhik Andika)

Palangka Raya (ANTARA) - Borneo Nature Foundation (BNF) bersama Taman Nasional Sebangau (TNS) menjalin kerja sama tentang upaya penguatan fungsi dan konservasi keanekaragaman hayati.

"Melalui kerja sama ini kami ingin semakin berkontribusi untuk kelestarian alam yang fokusnya kelestarian orangutan dan satwa liar lain beserta habitatnya," kata Ketua Yayasan BNF Juliarta Bramansa Ottay di Palangka Raya, Jumat.

Kerja sama itu juga sebagai bentuk dukungan dalam rangka penguatan fungsi kawasan Taman Nasional Sebangau melalui penguatan kelembagaan, pengembangan wisata alam dan pemberdayaan masyarakat.

"Salah satu poin kerja sama itu juga untuk memastikan penelitian dan pelestarian lingkungan berjalan baik sehingga dampak ekonomi untuk lingkungan sekitar," tambahnya.

Kerja sama itu sendiri disepakati kedua belah pihak dengan penandatanganan "memorandum of understanding" yang dilaksanakan di Palangka Raya.

Diantara poin kerja sama itu terkait penguatan kelembagaan yang dilakukan melalui peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan teknik survei keanekaragaman hayati dan penyiapan infrastruktur untuk mendukung program riset Taman Nasional Sebangau.

Kemudian juga terkait pengembangan wisata alam yang dilakukan melalui kegiatan peningkatan kapasitas teknik masyarakat di sekitar kawasan taman nasional.

Kerja sama antar keduanya juga menyasar program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pendidikan lingkungan.

Kepala Balai TNS Andi Muhammad Kadhafi berharap penandatanganan MoU itu dapat memberi manfaat yang nyata untuk ilmu pengetahuan, masyarakat sekitar maupun untuk Kalimantan Tengah.

"Sehingga semua kegiatan yang kita rancang bersama BNF mengarah ke sana," katanya.

Pihaknya bersama BNF pun akan merancang beberapa penelitian untuk konservasi orangutan, kemudian program peningkatan kapasitas teknis masyarakat sekitar kawasan taman nasional.

 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar