Nama Ustad Ije mencuat saat silaturahmi Ulama FUIB Sulsel

id Ulama FUIB Sulsel,forum umat islam bersatu sulsel

Nama Ustad Ije mencuat saat silaturahmi Ulama FUIB Sulsel

Foto bersama alim ulama Sulsel pada Silaturahmi Alim Ulama dan Tokoh Sulsel 2019 di Hotel Continent, Jalan Adyaksa, Kota Makassar, Sabtu (27/07/2019). ANTARA Foto/HO/FUIB Sulsel

Kalau para alim ulama bilang saya sebaiknya maju menjadi calon wali kota, maka tentu ini adalah sebuah amanah. Juga jika mereka hanya merekomendasikan 02, saya pasti akan patuh
Makassar (ANTARA) - Nama anggota DPRD Makassar, Muhammad Iqbal Djalil atau yang lebih dikenal dengan Ustad Ije mengemuka saat peserta Silaturahmi Alim Ulama dan Tokoh 2019 membahas tentang sosok kandidat yang tepat untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Kota Makassar tahun depan.

Acara yang digelar Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan itu menghadirkan sejumlah pimpinan ormas Islam, kalangan alim ulama dan tokoh Sulsel di Makassar, Sabtu.

Seperti Presiden Perhimpunan Persaudaraan Muslim Internasional (PPMI) KH Hasan Basri Rahman, ulama dari Muhammadiyah KH Sudirman, dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Islam Indonesia Timur, KH M Said Abd Shamad.

Ketua FUIB Sulsel, Ustaz Mukhtar Daeng Lau, mengatakan kegiatan itu sengaja digelar untuk mengkonsolidasikan gerakan politik ke depan, termasuk menjelang Pilwalkot 2019.

Dia menyebut, dari sekian banyak tokoh di Sulawesi Selatan yang berpotensi didorong maju di Pilwalkot Makassar, di antaranya adalah Ustaz Ije.

"Namun, kita ingin menyatukan semua kepala di bawah wadah FUIB dulu. Kalau memang sudah sepakat semua mendukung Ustaz Ije, kita akan sama-sama berjuang memenangkan dengan membawa misi keummatan," terang Ustaz Mukhtar.

Ustaz Ije sendiri memang sangat berharap berjuang bersama dengan FUIB di Pilwalkot Makassar 2020.

Dia mengaku akan menyerahkan keputusan politiknya kepada kalangan alim ulama dan tokoh berkaitan dengan posisi yang akan diduduki.

"Kalau para alim ulama bilang saya sebaiknya maju menjadi calon wali kota, maka tentu ini adalah sebuah amanah. Juga jika mereka hanya merekomendasikan 02, saya pasti akan patuh," tutur putra pendiri Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar, KH Abd Djalil.

Sementara seorang peserta, Ustaz Muhammad Ikhwan Abd Jalil mengatakan kandidat seperti Ustaz Ije harus berani maju jika telah mendapat dukungan dan dorongan, dan juga harus berani mundur apabila ada sosok kandidat yang lebih baik dari Ustaz Ije.

"Tetapi bagi seorang calon pemimpin, harus punya dua keberanian; berani maju dan berani mundur," kata ulama ormas Wahdah Islamiyah itu

Adapun KH Hasan Basri Rahman, yang didaulat sebagai ketua tim tujuh dalam penentuan kandidat yang akan diusung FUIB pada Pilwalkot Makassar, meminta waktu untuk menggodoknya bersama dengan sejumlah alim ulama dan tokoh.


 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar