Komisi III DPR dorong teknologi bodycam di berbagai Satker Polri

id Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, dorong, bodycam, satker Polri

Komisi III DPR  dorong teknologi bodycam di berbagai Satker Polri

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Dok pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Komisi III DPR RI mendorong agar penggunaan teknologi "bodycam" tidak hanya dapat diterapkan pada Direktorat Lalu Lintas saja, tetapi bisa diterapkan di berbagai satuan kerja Polri, seperti Shabara, Reskrim dan Narkoba.

"Hal itu akan membuat Polri semakin profesional, modern dan terpercaya," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, teknologi bodycam yang dilengkapi panic button dan GPS akan memberikan banyak keuntungan terhadap Polri dalam memberikan pelayanan, pengungkapan kasus hingga pengawasan.

Oleh karena itu, diharapkan penerapan bodycam disertai fitur panic button dan GPS dapat diterapkan pula pada satuan kerja lain, khususnya yang bersentuhan dengan masyarakat secara langsung.

"Inovasi bodycam lengkap dengan fitur panic button dan GPS yang akan diterapkan pada seragam anggota Patroli Jalan Raya (PJR) sangat bagus. Dengan teknologi ini banyak manfaat diperoleh seperti pemantauan arus lalu lintas, bantuan pengejaran pelaku kejahatan yang melintas di jalan raya hingga pemantauan keberadaan para anggota PJR," katanya.

Bendahara Umum Partai NasDem ini menyebutkan, penggunaan bodycam, panic button dan GPS akan membuat masyarakat semakin percaya sehingga stigma negatif terhadap Polri akan terkikis.

Dalam penanganan aksi demo dicontohkan Sahroni, masih banyak masyarakat yang menganggap penjagaan dilakukan Polri masih terkesan represif dan melanggar HAM.

"Dengan adanya bodycam, akan terlihat bagaimana kondisi pengamanan dilakukan sebenarnya. Apakah memang ada oknum yang melakukan tindakan kesewenang-wenangan atau tindakan dilakukan Polri bersifat pertahanan karena terus menjadi sasaran massa. Gambar tersimpan dapat membantu pimpinan menentukan sikap saat terjadi peristiwa kekerasan yang dituduhkan kepada Polri saat menjaga demonstran," papar Sahroni.

Masyarakat, kata dia, juga masih mencurigai adanya aksi main mata atau kerap disebut dengan sandi 86 saat penanganan perkara ataupun pelanggaran lalu lintas.



Sebelumnya diberitakan media massa, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan kesiapan 100 unit bodycam di tahun 2020 untuk dipasangkan pada seragam anggota Patroli Jalan Raya (PJR) pada 2020.

Kasatgas E-TLE Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazrulrahman mengungkapkan di penghujung tahun 2019 ini baru ada 16 kamera yang akan digunakan oleh anggota PJR.

"Rencananya hari Jumat kita latihkan, ada 16 kamera yang akan kita bagikan kepada 7 induk petugas PJR sementara. Awal tahun 100 kamera," kata Arif.

Arif menjelaskan, fungsi Bodycam diantaranya mampu merekam hingga 20 jam dan bisa melakukan live streaming dengan petugas yang ada di kantor TMC Polda Metro Jaya. Dilengkapi memori 32 GB, bodycam memiliki kapasitas baterai 8 jam nonstop.

Teknologi ini juga memungkinkan komunikasi antara sesama petugas di lapangan yang menggunakan bodycam dan petugas yang berada di kantor. Kamera ini juga dilengkapi tombol panic button dan GPS.
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar