Makassar (ANTARA News) - Manajemen Bank Mandiri Wilayah X Makassar akan memproses pengaduan nasabah yang mengaku dirugikan dengan sistem penagihan kartu kredit Bank Mandiri yang dianggap tidak sesuai prosedur yang berlaku.
Manager Marketing Kantor Bank Mandiri Wilayah X Makassar, Sugiamin di Makassar, Selasa, mengaku akan menindaklanjuti pengaduan nasabah Saparuddin, (31) yang dirugikan dengan tagihan kartu kredit dari bank tersebut.
"Setiap pengaduan yang masuk jelas langsung kami proses. Kalau nasabah yang bersangkutan sudah melaporkan masalah ini ke manajemen, jelas kami langsung tindaklanjuti," kata dia.
Dia mengaku, pihaknya belum bisa memberikan konfirmasi sekaitan pihak direksi manajemen kartu kredit Bank Mandiri Cabang Arief Rate saat ini berada di Palu, Sulawesi Tengah.
"Yang jelas pengaduan ini akan kami proses secepatnya. Nomor kontak nasabah yang bersangkutan sudah kami teruskan ke pihak manajemen Mandiri Arief Rate," kata dia.
Prosesing Officer Bank Mandiri Cabang Arief Rate, Maga Sambuaga dalam kesempatan itu mengaku telah merespon keluhan nasabah dengan meneruskan permasalahan itu ke manajemen pusat dan meminta nasabah yang bersangkutan menghubungi "call center" Bank Mandiri di nomor 14000.
"Setiap ada komplain jelas kami proses sesuai dengan prosedur. Data-data nasabah belum bisa kami telusuri saat ini, karena kami harus mencari tahu permasalahan nasabah seperti apa," ucap dia.
Dia menambahkan, pihak manajemen tetap akan menindaklanjuti permasalahan yang jelas nasabah yang merasa dirugikan harus datang kesini menyampaikan sendiri permasalahannya.
Pegawai Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Makassar, Safaruddin, sebelumnya, mengaku kecewa dengan adanya kesalahan sistem penagihan manajemen kartu kredit Bank Mandiri terhadap dirinya.
"Saya sampai saat ini belum memperoleh konfirmasi aplikasi kartu kredit saya apakah sudah terdaftar atau tidak. Beberapa bulan terakhir ini saya dapat tagihan berkisar Rp640.900 setiap bulannya. Saya heran belum punya kartu, sudah dapat tagihan sebanyak itu," ucap dia.
Dia mengaku, dirinya sudah mengajukan komplain ke pihak manajemen baik itu mendatangi kantor Mandiri di Arief Rate maupun menghubungi layanan "call centre" 14000, tetapi hingga saat ini belum ada respon.
Bahkan, lanjut dia dirinya sudah meminta agar aplikasi kartu kreditnya di blokir atau ditutup saja, tetapi hingga saat ini tagihan melalui surat maupun sms dan telepon pelayanan kantot pusat Bank Mandiri terus berjalan.
"Surat tagihan maupun telepon dan sms mereka sangat mengganggu kenyamanan saya. Bukan saya yang gunakan, tetapi tagihan jalan terus," keluh dia. (T.KR-HK/S016)

