Makassar (ANTARA) - Direktur PAUD Dikmas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Santi Ambarukmi mengunjungi TK Islam Athirah 1 Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai sekolah penggerak, Kamis (16/12).
Dalam kunjungan itu, ia disambut Kepala TK Islam Athirah 1 Makassar Siti Khotijah. Dalam kegiatan itu, mendampingi pula Kepala LPMP Sulawesi Selatan Abdul Halim Muharram.
Maksud dari kunjungan Direktur PAUD Dikmas Kemdikbudristek beserta jajaran itu, karena TK Islam Athirah 1 merupakan sekolah penggerak. Dalam kesempatan itu, mereka bermaksud memantau sejauh mana pergerakan TK Islam Athirah 1 sebagai sekolah penggerak.
Santi Ambarukmi menanyakan apa saja yang sudah dilakukan TK Islam Athirah 1 sejauh ini sebagai sekolah penggerak dan apa yang akan dilakukan ke depannya.
“Menurut ibu apakah bedanya sekolah anda setelah menjadi sekolah penggerak dengan sebelumnya. Apa saja yang sudah dilakukan sehubungan dengan program sekolah penggerak serta hal-hal yang akan dilakukan ke depannya?" katanya.
Siti Khotijah mengatakan hal yang dilakukan seperti mengubah pola pikir guru-guru tentang bagaimana program Merdeka Belajar dan kegiatan yang mendukung.
Baca juga: Sekolah Islam Athirah Makassar telah vaksinasi 2.850 orang
Baca juga: Sekolah Islam Athirah siapkan 2.000 dosis untuk vaksinasi COVID-19 secara massal
“Hal yang baru saya lakukan adalah mengubah 'mindset' guru-guru tentang Merdeka Belajar dan bagaimana kegiatan-kegiatan yang membuat anak-anak merdeka belajar dan bermain," katanya.
Ia menambahkan apa yang sudah diterapkan TK Islam Athirah 1 selama ini dengan model sekolah penggerak sesungguhnya sudah banyak hal yang dijalankan di sekolah itu, terutama kurikulum yang dimiliki Sekolah Athirah.
“Sekolah kami sesungguhnya sudah banyak menerapkan hal-hal dari sekolah penggerak. Tidak banyak yang berubah tinggal dari sisi 'formating' saja," kata dia.
Sekolah Athirah juga mempunyai kurikulum AIHES yang dari sisi karakter telah diharapkan sebagai pencapaian profil pelajar Pancasila.
"Insyaallah tentu semuanya dibalut dengan akhlak, insyaallah karakternya juga sudah terbalut dengan baik," kata Khotijah.
Dia mengatakan sekolah juga butuh penyesuaian-penyesuaian.
Maka dari itu, sebelum masuk semester dua, Khotijah akan membuat guru-guru paham secara format bagaimana modul ajar, asesmen, dan kurikulum operasional satuan.

