"Saat ini proses pembangunan pelabuhan laut di Pasangkayu memasuki tahap perampungan atau pembangunan fisik telah mencapai 90 persen. Ini harus kita genjot agar ikut mendorong majunya industri di daerah itu,"kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Senin.
Menurutnya, kondisi pelabuhan laut di Pasangkayu harus didukung dengan sarana berupa bantuan kapal perintis sehingga turut memudahkan interkoneksi antarpulau.
Gubernur mengatakan, pembangunan industri pengolahan minyak goreng ini sempat diperebutkan dengan pemerintah Kalimantan Timur maupun Kalimantan Selatan.
Namun begitu kata dia, dirinya berhasil meyakinkan dengan pihak kementerian perindustrian agar pabrik pengolahan minyak goreng ini hendaknya di bangun di Matra.
"Matra sebagai sentra penghasil CPO terbesar di kawasan Timur Indonesia menjadi pertimbangan utama sehingga pembangunan pabrik pengolahan minyak goreng itu di bangunan di Matra," terangnya.
Karena itu kata dia, dengan hadirnya pelabuhan laut di Pasangkayu tersebut tentu akan memberikan implikasi positif berkembangnya industri pengolahan minyak goreng.
"Pelabuhan ini akan memudahkan distribusi minyak goreng ke provinsi yang ada di kawasan Timur Indonesia seperti ke Papua, Maluku maupun ke pulau Kalimantan,"jelas Anwar. (T.KR-ACO/N005)

