Mamuju (ANTARA) - Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diminta untuk mengajak masyarakat membangun ekonomi daerah.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulbar, Adnan Nota di Mamuju, Jumat, mengatakan, Kemenag Sulbar meminta agar penyuluh agama yang tergabung dalam IPARI di Kabupaten Mamuju untuk berkontribusi membangun ekonomi daerah.
Ia mengatakan, penyuluh agama diminta untuk tidak hanya melaksanakan penyuluhan di bidang keagamaan, namun juga mengajak masyarakat membangun ekonomi daerah.
Ia meminta, agar penyuluh mendampingi masyarakat hingga bersedia mengembangkan komoditi pertanian, serta membuat produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya serta mendorong pembangunan ekonomi daerah.
"Terdapat komoditi bernilai ekonomi tinggi yang bisa dikembangkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya seperti nilam, durian musang king, maupun komoditi dengan memanfaatkan hasil laut seperti rumput laut maupun potensi perikanan," katanya.
Menurut dia, dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka akan mendorong masyarakat hidup dalam situasi yang rukun dan damai karena kebutuhan hidupnya terpenuhi.
"Konsep moderasi beragama mesti memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara dengan membangun potensi kearifan lokal serta segala potensi ekonomi agar masyarakat dapat hidup rukun dan damai," katanya.
Ia mengatakan program moderasi beragama yang di kembangkan di Indonesia, mesti menjadi rujukan dunia karena masyarakatnya dapat hidup dalam perbedaan beragama namun seluruhnya merasakan kesejahteraan serta hidup dengan damai.