Makassar (ANTARA) - Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Sulawesi Selatan (KTNA Sulsel) Muhammad Yunus menilai penggunaan digitalisasi pertanian Sulsel dinilai dapat meningkatkan produksi pertanian Sulsel.
"Sulsel terdepan dalam inovasi pertanian, dengan memanfaatkan platform digital melalui SEJATI dan SI SEBAR," kata Yunus di Makassar, Selasa.
Ia mengatakan, peluncuran dua aplikasi itu pada Oktober 2024 lalu oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Zudan Arif Fakrulloh meluncurkan sistem evaluasi Alsintan berbasis teknologi (SEJATI) dan sistem informasi sertifikasi benih tanaman pangan dan holtikultura (SI SEBAR), kini mulai terasa manfaatnya.
Dua aplikasi ini dihadirkan oleh dinas tanaman pangan hortikultura dan perkebunan (TPHBun) Provinsi Sulawesi Selatan menjadi solusi terhadap masalah yang ada.
Sebelumnya proses monitoring serta pengajuan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dilakukan secara manual, dimana para kelompok tani di kabupaten dan kota di Sulsel harus langsung datang membawa pengajuan.
Hal lainnya, lanjut Yunus, sulit para kelompok tani dan stakeholder dalam mengakses informasi terkait Alsintan. Posisi dan keberadaan alsintan sulit dilacak, sehingga menghambat efisiensi penggunaannya. Selain itu, tidak ada platform untuk menyampaikan keluhan, saran, atau masukan terkait pemanfaatan alsintan, membuat proses evaluasi dan perbaikan menjadi lambat dan tidak optimal.
Persoalan lainnya di UPT Balai Sertifikasi Mutu Benih, proses permohonan sertifikasi benih tanaman, para produsen benih harus mengirimkan permohonan secara konvensional juga menyebabkan hambatan waktu dan biaya pengiriman yang tidak efisien.
Petani juga kesulitan untuk melacak status permohonannya dan para pemohon harus datang langsung ke kantor UPT untuk mencetak berkas verifikasi, hal ini menghabiskan waktu dan tenaga yang berharga.
Dua hal ini yang menjadi dasar bagi Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Mario Mega dan Kepala Bidang Serta Kepala UPT Sertifikasi Mutu Benih Syamsibar menghadirikan inovasi. Aplikasi dapat diakses di alamat sejati.sulselprov.go.id dan sisebar.sulselprov.go.id
Sementara itu Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Prof Dr Ir Syamsuddin Hasan mengatakan, aplikasi SEJATI merupakan jawaban dari persoalan distribusi dan optimalisasi bantuan Alsintan selama ini, khususnya dalam mengintegrasikan berbagai sumber bantuan pengadaannya baik itu APBN dan APBD, termasuk solusi bagi layanan usulan kebutuhan Alsintan secara digital.
Sedangkan, aplikasi SISEBAR memberi manfaat untuk percepatan layanan sertifikasi benih, sehingga kebutuhan masyarakat akan benih-benih bermutu dapat terpenuhi tepat waktu.
Syamsuddin menilai kedua platfom digital tersebut dapat meningkatkan produksi Sulsel, dengan adanya efisiensi waktu dan transparansi dalam pengadaan Alsintan maupun bibit yang dibutuhkan petani.
"Sehingga ke depan, produksi Sulsel yang rata-rata Surplus 2,5 juta ton per tahun, bisa bertambah," katanya.