Logo Header Antaranews Makassar

15 orang tewas akibat bencana alam di Tapanuli Utara

Sabtu, 29 November 2025 09:59 WIB
Image Print
Sejumlah kendaraan warga dipenuhi lumpur banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). Banjir bandang yang terjadi pada Selasa (25/11/2025) di daerah tersebut mengakibatkan 32 orang meninggal dan sejumlah rumah warga rusak, jalan berlumpur, kendaraan rusak dan berdampak kepada 250 kepala keluarga. (ANTARA/Yudi Manar)

Medan (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Utara (Taput) mencatat 15 orang meninggal dunia akibat bencana alam yang melanda wilayah itu dan 36 orang masih dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim evakuasi

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Tapanuli Utara Aiptu Walpon di Tarutung, Jumat, mengatakan puluhan warga yang meninggal dunia diantaranya 11 merupakan warga Kecamatan Adiankoting, dua korban meninggal dari Kecamatan Parmonangan dan dua orang merupakan karyawan swasta

Ia menjelaskan tim gabungan terus melakukan evakuasi serta membersihkan longsoran yang menimpa badan jalan guna membuka jalur yang terisolir

Bencana alam yang terjadi di wilayah itu tersebar Kecamatan Adiankoting, Kecamatan Parmonangan, Kecamatan Pahe jahe, Kecamatan Purbatua, dan Kecamatan Tarutung. Selain itu di Kecamatan Simangumban, Kecamatan Siatasbarita, Kecamatan Sipoholon, dan Kecamatan Pahae Julu.

Per Kamis (27/11), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) sebelumnya mendata sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi melanda 13 daerah tingkat kabupaten/kota di provinsi itu dalam beberapa hari terakhir.




Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026