Malili (ANTARA) - Pemerintah desa bekerja sama puskesmas membuat lorong sehat percontohan di Dusun Lembo Harapan, Desa Pertasi Kencana, Kabupaten Luwu Timur (Lutim).
"Dari hasil pemantauan selama ini, kami menemukan perilaku masyarakat hidup bersih dan sehat belum diterapkan dengan baik, dimana pekarangan rumah masih dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah, tidak Adanya SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah) bahkan ada rumah tangga yang tidak memiliki jamban sehat," kata Pj. UKM Puskesmas Kalaena Sang Ayu Made Rahu, Selasa.
Kepala Desa Pertasi Kencana, Sammang menyambut baik usulan pembuatan lorong desa sehat dengan menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan seperti Jamban Bagi Rumah Tangga yang Belum punya, Normalisasi SPAL Rumah tangga, Pembuatan Dan Penyedian Tempat Sampah bagi Masyarakat, serta mengubah tempat -tempat pembuangan sampah menjadi TOGA Dan menanam beberapa tumbuhan Obat traditional.
"Sebagai pemerintah desa, saya bersyukur dengan adanya lorong sehat ini karena memberikan dampak kepada masyarakat Desa Pertasi Kencana mengungkapkan dengan adanya Lorong Sehat ini, dimana perilaku masyarakat yang berada di lorong sehat mulai berubah terutama kebiasaan membuang sampah pada tempat yang disediakan, bahkan beberapa lorong yang lain mulai meminta juga untuk dibenahi," ujar Sammang.
Sementara Kepala Puskesmas Kalaena drg. Ernawati mengatakan pihaknya akan terus melaksanakan tanggung jawabnya kepada masyarakat untuk menjadikan Kabupaten Luwu Timur terkemuka dalam bidang kesehatan khususnya di Desa Pertasi Kencana, Kecamatan Kalaena.
"Tugas kami adalah memberikan motivasi dan mendampingi semua kepala desa, bidan desa dan kader-kader semoga semua lorong yang ada di tujuh desa di Kecamatan Kalaena bisa menjadi lorong sehat demi terwujudnya kecamatan sehat," tutup Ernawati.
Pembuatan lorong sehat sebagai upaya mendorong meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) masyarakat Kecamatan Kalaena Kabupaten Luwu Timur.
Penentuan Lorong Sehat didasarkan atas hasil Pogram Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), dan Pemantauan dilakukan oleh Puskesmas Kalaena, hasil PIS-PK ditemukan masih kurang perilaku hidup sehat masyarakat pada lorong yang akan dijadikan lorong sehat.

