Mamuju (ANTARA News) - Potensi tambang mangan yang ada di Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat mencapai sebanyak 5.000 ton per tahun.
"Kami dapat menambang sebanyak 5.000 ton per tahun. Produksi tambang mangan di kecamatan ini memang sangat besar," kata Direktur PT Mandiri Alam Manakarra (MAM) Irwansyah, di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan potensi tersebut berdasarkan hasil survei dan produksi yang dilakukan PT MAM yang beroperasi sejak setahun ini mengelola tambang mangan di Kecamatan Bonehau.
Menurut dia, tambang mangan sangat berpeluang untuk di pasarkan ke pasar mancanegara seperti China dan Korea karena permintaan tambang mangan sangat besar.
"Kandungan mangan di Kecamatan Bonehau sebanyak lima persen dari setiap mangan yang diproduksi. Harga tambang mangan mencapai dua dolar AS per kilogram di luar negeri," katanya.
Ia mengatakan, apabila tambang mangan di kecamatan ini dapat dikelola dengan baik, maka akan menambah kesejahteraan kalangan masyarakat di daerah ini.
Sebelumnya tambang mangan milik PT MAM di Kecamatan Bonehau ditutup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju karena menyalahi prosedur izin pengelolaan tambang mangan.
Pemkab Mamuju menutup tambang mangan tersebut karena menggunakan izin pertambangan rakyat (IPR) yang dalam aturan hanya bisa melakukan eksploitasi tambang sekitar lima hektare, sedangkan PT MAM melakukan ekploitasi tambang di atas lahan seluas 10 hektare.
Oleh karena itu PT MAM diberi kesempatan untuk melengkapi izin mengelola tambang mangan di Kecamatan Bonehau dengan izin usaha pertambangan (IUP) oleh Pemkab Mamuju.
"PT MAM harus melengkapi izin IUP kalau mau melanjutkan eksplotasi tambang mangan di kecamatan Bonehau kalau mau usahanya lanjut," kata Bupati Mamuju Suhardi Duka.
(T.KR-MFH/B015)

