Majene, Sulbar (ANTARA News) - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Barat, memperkirakan kecepatan angin darat maupun angin laut di wilayah Sulbar selama empat hari mendatang cukup tinggi jika dibanding kecepatan angin dalam kondisi normal.
"Kecepatan maksimum angin laut di sepanjang peraiaran Sulbar selama empat hari mendatang mencapai 25 knot per jam atau 48 kilometer per jam, sedangkan kecepatan maksimum angin darat mencapai 17 knot per jam atau 32 kilometer per jam," sebut prakirawan BMKG Sulbar, Arman di Kabupaten Majene, Sulbar, Rabu.
Dia mengatakan pada dasarnya kecepatan angin di laut lebih tinggi di banding di darat dan dengan perbandingan tersebut, kecepatan angin laun dan darat pada beberapa kabupaten di Sulbar terbilang cukup tinggi dan tetap perli diwaspadai warga, utamanya bagi pelayaran.
Kecepatan angin di laut perlu diwaspadai sebab sangat mengganggu pelayaran, apalagi hal itu dianggap menjadi pemicu tingginya gelombang laut, dua hari sebelumnya diperkirakan mampu mencapai ketinggian maksimum 2,5 meter dan ketingian minimum 1,5 meter.
Arman mengatakan, dengan kondisi kecepatan angin seperti itu, cuaca masih didominasi cerah berawan dan diselingi hujan ringan di Kabupaten Mamuju Utara, Mamuju, dan Kabupaten Mamasa. Sementara, potensi hujan di Kabupaten Majene dan Polewali Mandar terbilang sangat kecil.
"Saat ini tetap didominasi oleh cerah berawan dan suhu udara lumayan panas. Namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi hujan pada tiga kabupaten di Sulbar. Dua kabupaten lainnya tetap berpotensi hujan namun tidak terlalu besar," jelasnya.
Dijelaskan, kecepatan angin yang dianggap dalam kondisi normal adalah berkisar antara 10 hingga 20 kilometer per jam di darat dan 15 hingga 25 kilometer per jam di laut. Walau demikian, warga tatap diminta berhati-hati dan waspada.
"Cuaca seperti ini bisa terjadi hingga dua pekan mendatang tergantung perubahan iklim yang akan diamati selanjutnya. Akan tetapi, kami memperkirakan kondisi cuaca akan beralih sehingga bisa saja terdapat penomena yang lebih buruk dari kondisi sekatang," ungkap Arman.(KR-AHN/N001)

