Mamuju (Antara News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) setempat bakal segera memperkenalkan (launching) slogan "Dua Anak Lebih Baik".
"Slogan `Dua Anak Lebih Baik` yang dikampanyekan dalam beberapa tahun terakhir ini tampaknya kurang efektif dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, sehingga pemerintah melalui kemitraan kesehatan mengembalikan motto `Dua Anak Cukup` yang selama ini sempat familier,"kata Wagub Sulbar, Aladin S Mengga di Mamuju, Sabtu.
Menurutnya, slogan dua anak cukup dianggap populer dibandingkan motto dua anak lebih baik. Karenanya, rencana peresmian logo pengendalian kependudukan tersebut ia respon dengan baik.
"Motto dua anak cukup sangat populer di masyarakat. Makanya, kita kembalikan motto itu untuk merubah mind seat masyayarakat betapa pentingnya norma kecil keluarga bahagia dan sejahtera,"jelasnya.
Wagub menyampaikan, sampai saat ini masih terdapat kalangan tertentu yang mengartikan bahwa program Kependudukan dan KB merupakan kegiatan pembatasan kelahiran sehingga terjadi kurang pahamnya masyarakat tentang tujuan KB.
Untuk itu kata dia, pemberdayaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program KB melalui gerakan kemandirian.
Aladin menyampaikan, petugas BKKBN juga diharapkan mampu menyampaikan pesan kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa tujuan utama program KB bukanlah untuk membatasi kelahiran.
Namun kata dia, masyarakat harus memahami bahwa program KB ini upaya untuk mengatur dan merencanakan kelahiran dengan baik sehingga memperoleh anak-anak yang sehat, cerdas serta ibu yang sehat.
"Masyarakat juga harus memahami bahwa program KB merupakan jalan menuju keluarga yang sehat dan sejahtera,"ungkap Aladin.
Wagub menuturkan, tantangan pembangunan kependudukan tidak telepas dari masalah kemiskinan yang sampai saat ini terus ditanggulangi dengan berbagai program pro rakyat, pro job, pro pertumbuhan ekonomi dan pro pelestarian lingkungan.
"Walaupun selama ini Sulbar telah berhasil memangkas angka kemiskinan secara bertahap dari 16,73 persen tahun 2008 turun hingga 13,58 persen di tahun 2010. Namun, upaya menekan kemiskian harus terus digalakkan melalui program pengendalian kependudukan di daerah ini,"pungkasnya. (Editor : M Yusuf)

