Makassar (ANTARA Sulsel) - Jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat akan menyambut Kapolda Sulselbar baru yang meskipun belum diketahui siapa perwira tinggi yang akan mengisi jabatan yang akan ditinggalkan Irjen Mudji Waluyo.
"Kami belum tahu siapa yang akan masuk, tetapi yang jelas siapapun kapolda yang ditunjuk kapolri itulah yang terbaik untuk memimpin Polda Sulselbar," tegas Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Endi Sutendi di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, Kapolda Sulselbar yang baru akan melanjutkan tugas-tugas dari Irjen Mudji Waluyo yang akan memasuki masa persiapan pensiun. Meskipun dirinya tidak mengetahui secara pasti calon kapolda yang baru, namun dirinya berharap agar kapolda yang baru bisa bekerja lebih baik lagi.
Endi sendiri menyebutkan jika mutasi dijajaran kepolisian itu merupakan hal yang wajar terjadi dalam organisasi karena mutasi itu bagian dari proses penyegaran dan jenjang karir.
"Ini bagian dari proses jenjang karir dan tentunya sebagai penyegaran. Kalau tidak ada mutasi atau pergantian, tentunya proses karir tidak sehat dan akan menimbulkan kejenuhan," katanya.
Sebelumnya, polemik mengenai siapa yang akan menajabt sebagai kapolda yang baru itu sudah terjadi sejak dua bulan terakhir ini karena Kapolda Sulsebar Irjen Mudji Waluyo juga pernah menyebutkan jika dirinya akan segera diganti menyusul akan berakhirnya masa karirnya di kepolisian.
Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas RI), Edi Hasibuan dan Hamidah yang berkunjung ke Polda Sulselbar pekan lalu juga telah mengusulkan ke Kapolri Jendral Timur Pradopo agar petinggi Polri yang mau pensiun jangan diberi jabatan strategis seperti Kapolda.
"Saya sudah usulkan kepada Kapolri, agar petinggi Polri yang mau pensiun jangan diberi jabatan strategis seperti jabatan Kapolda. Sebab, bisa merusak kinerjanya yang hanya mengejar keuntungan pribadi menjelang pensiun," katanya.
Ia mencontohkan, Kapolda Sulselbar, Irjen Polisi Mudji Waluyo, sudah mau pensiun dan kinerjanya tidak memuaskan. Banyak kasus yang tidak terselesaikan, terutama kasus korupsi. Menurutnya, jelang pensiun petinggi Polri tidak konstrasi dalam menjalankan tugasnya dan hanya memikirkan jelang pensiunnya.
"Secara manusiawi, wajarlah pejabat yang mau pensiun memikirkan juga masa depannya. Seperti Kapolda Sulselbar, Konon banyak bisnisnya di Sulselbar dan banyak juga hartanya disini. Makanya, saya sudah minta Kapolri tidak memberikan jabatan strategis kepada jendralnya yang sudah mau pensiun," pintanya.

