Makassar (ANTARA) - Kantor Bea dan Cukai Makassar berhasil mengamankan barang kena cukai (BKC) ilegal, barang impor serta barang bawaan penumpang tidak sesuai ketentuan dengan total senilai Rp14,7 miliar lebih selama penindakan periode Januari-Juni 2025
"Dari seluruh hasil pengawasan tersebut, nilai barang tegahan berhasil diamankan mencapai Rp 14,7 miliar lebih dengan estimasi kerugian negara berhasil diselamatkan sebesar Rp5,7 miliar lebih," ujar Kepala Kantor Bea Cukai Makassar Ade Irawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Berdasarkan rekapitulasi pengawasan dan penindakan tim sepanjang semester I 2025, yakni BKC hasil tembakau sebanyak 764 penindakan dengan jumlah rokok ilegal yang disita sebanyak 5.387.207 batang.
Selanjutnya, Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) tercatat total volume barang tengahan sebanyak 2.109,7 liter dengan 11 penindakan. Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) sebanyak empat penindakan terhadap upaya penyelundupan seberat 2.024 gram methamphetamine atau sabu.
Disusul barang impor umum, terdapat tiga penindakan, diantaranya 873 bale ballpress (pakaian bekas ilegal) dan 4.920 box drywall screw.
Dan barang bawaan penumpang dilaksanakan enam penindakan, dengan barang-barang berhasil diamankan antara lain 197 bungkus kosmetik, 132 bungkus obat-obatan, serta 54 unit mesin.
Selain capaian pengawasan, Bea Cukai Makassar dalam menjalankan fungsi sebagai revenue collector juga mencatat kinerja positif dalam kontribusi terhadap penerimaan negara.
Hingga akhir Juni 2025, total penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai telah mencapai Rp133,14 miliar, dengan rincian Bea Masuk Rp89,84 miliar, Bea Keluar Rp32,07 miliar dan Cukai Rp11,23 miliar
"Capaian strategis ini berhasil diraih baik dalam bidang pengawasan terhadap peredaran barang ilegal maupun dalam sektor penerimaan kepabeanan dan cukai," paparnya.
Dari capaian tersebut, kata dia, merepresentasikan 46,53 persen dari target penerimaan tahunan yang telah ditetapkan. Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja kolektif dan sinergi lintas sektor dalam menjaga amanah negara.
"Pencapaian ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Bea Cukai Makassar dalam menjalankan fungsi sebagai pelindung masyarakat dan penggerak ekonomi nasional.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan untuk mendukung stabilitas fiskal dan perlindungan masyarakat," tutur Ade menekankan.
Sinergi yang solid antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik serta mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan .

