Makassar (ANTARA) - Kepala Sekolah (Kepsek) Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 24 Gowa Anwar mengoptimalkan sembilan guru yang ada di sekolah itu menyusul dua guru mundur sebagai tenaga pengajar.
Selain itu dia juga mengkonfirmasi terdapat empat siswa dari sekolah yang dipimpinnya tanpa konfirmasi hingga saat ini, sementara Sekolah Rakyat di Gowa telah beroperasi sejak 14 Juli 2025.
"Kalau guru, ada dua orang. Mereka guru BK (Bimbingan Konseling) dan Seni Budaya. Kami belum mengenal mereka karena belum pernah bertugas," katanya saat dikonfirmasi dari Makassar, Selasa.
Alasan jarak menjadi alasan utama pengunduran diri guru tersebut, yang diketahui berdomisili di Yogyakarta. Ada pula yang tidak bisa pindah bersama keluarga karena sang istri yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kendati kekurangan tenaga pengajar, Anwar mengoptimalkan sembilan guru yang sudah bertugas saat ini. Sebelumnya SRMP 24 Gowa harusnya diisi 11 guru dan seorang kepala sekolah untuk mengkoordinir 150 siswa di jenjang SMP.
"Kami berdayakan yang ada, kondisi eksisting guru sebanyak sembilan orang," tambah dia.
Anwar mengemukakan Kementerian Sosial (Kemensos) tengah melakukan proses penggantian guru, namun menunggu regulasi terbaru terhadap dinamika operasional Sekolah Rakyat.
Sementara terkait siswa yang belum ada konfirmasi sama sekali hingga saat ini, kata dia, hal tersebut telah dilaporkan ke Dinas Sosial (Dinsos) untuk melakukan penggantian. "Daftar nama yang tidak hadir sudah kita laporkan ke Dinsos yang juga sudah melakukan mitigasi untuk digantikan dan bersedia menggantikan," katanya.
Selain di Gowa, dua siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar juga harus digantikan karena mengaku susah melakukan penyesuaian terhadap sistem asrama Sekolah Rakyat.
"Kami sudah lakukan kunjungan rumah dan buat surat pernyataan terkait pengunduran diri mereka dan sudah digantikan," kata Kepala UPT Pangurangi Takalar Kemensos Cecep Soleman.
Pengunduran diri siswa ini berdampak pada proporsional siswa SR Takalar yang berubah menjadi perempuan 52 orang dan laki-laki 48 orang. Sebelumnya masing-masing 50 orang.
Selain di daerah, pengunduran diri guru Sekolah Rakyat juga terjadi di Kota Makassar, tepatnya di SR Sentra Wirajaya Makassar.
Kepala SR Sentra Wirajaya Makassar Radiah mengatakan terdapat dua guru yang juga menyatakan mundur di sekolah yang dipimpinnya. Alasan utama guru mata pelajaran IPS dan Seni Budaya itu ialah persoalan jarak
Terkait penggantian guru tersebut, kata Radiah, telah ditangani Kemensos yang sejak awal mengkoordinir perekrutan hingga penempatan guru di masing-masing daerah.

