Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan Munafri Arifuddin mengatakan pengoperasian Pesawat Amfibi (Seaplane) di Makassar memperkuat posisi ibu kota provinsi Sulsel itu sebagai pusat (hub) konektivitas di Indonesia Timur.
"Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur akan semakin memperkuat posisinya sebagai hub konektivitas," ujarnya saat mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meresmikan pengoperasian Seaplane di Makassar, Senin.
Munafri Arifuddin menyambut baik pembangunan Water Aerodrome Sulawesi Selatan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar.
Ia menyatakan kehadiran moda transportasi udara yang mampu lepas landas dan mendarat di atas air ini diharapkan menjadi solusi akses cepat antarwilayah pesisir dan pulau di Sulsel, sekaligus memperkuat layanan darurat dan pariwisata maritim.
"Seaplane atau pesawat amfibi merupakan moda transportasi udara yang mampu lepas landas dan mendarat di permukaan air," katanya.
Menurut wali kota, teknologi Seaplane itu sangat relevan untuk wilayah Sulsel yang memiliki garis pantai panjang serta banyak pulau yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau bandara konvensional.
Ia menyatakan jika pesawat amfibi itu akan difungsikan untuk berbagai kebutuhan strategis, mulai dari layanan kesehatan darurat (medical evacuation), pariwisata, hingga penanganan situasi genting di wilayah pesisir dan pulau.
"Peluncuran seaplane dan water aerodrome ini kita harapkan mempercepat mobilitas warga, juga menggerakkan potensi ekonomi dan pariwisata di Kota Makassar, dan menuju daerah lain di Sulsel," ucapnya.

