Makassar (ANTARA) - PLN Unit Layanan Pelanggan Maros telah melakukan survei dan mengusulkan pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk warga Dusun Mangngai Dalam (Patadang) Desa Damai, Kabupaten Maros yang hingga saat ini belum teraliri listrik.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Maros Sadrach melalui keterangannya di Makassar, Kamis, menjelaskan petugas PLN telah melakukan survei lokasi untuk memetakan kebutuhan jaringan listrik bagi masyarakat untuk selanjutnya diusulkan pembangunan infrastruktur kelistrikan.
"Kami berkomitmen untuk menerangi masyarakat hingga pelosok. Oleh karena itu mohon doa dan dukungan masyarakat agar kami dapat segera mewujudkan terang di desa tersebut," kata Sadrach.
Dia menyebut PLN senantiasa menerapkan prinsip yang efisien, efektif, kompetitif, transparan, adil, wajar, akuntabel dan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam pelaksanaannya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan terhadap peningkatan pelayanan PT PLN, sehubungan adanya masukkan masyarakat terkait kebutuhan listrik di Kabupaten Maros," ujarnya.
Sebelumnya, seorang Warga Dusun Mangngai Dalam (Patadang), Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Muhammad Solle menyampaikan keluhannya kepada PLN Cabang Maros yang telah lama menunggu jaringan listrik masuk ke daerahnya.
Pasalnya, PLN Cabang Maros sudah memasang tiang listrik sejak Desember 2024, tetapi hingga saat ini belum ada kelanjutan mengenai jaringan listrik, kabel dan lainnya.
"Termasuk kami sudah membuat dan memasukkan surat ke PLN Cabang Maros permohonan pengadaan ini, tapi belum direspons," ujar dia.
Muhammad Solle menyebut ada sekitar 70 rumah warga yang belum dapat jaringan listrik.
"Kita berharap PLN segera merespons segera, apalagi wilayah kami ini bisa dikatakan dusun tertinggal yang butuh perhatian," harapnya.

Dusun Patadang di Maros hingga saat ini belum teraliri listrik

Ilustrasi. Tim Khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertengangan tengah memelihara jaringan tanpa padam di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. (ANTARA/HO-PLN)
