PSI rilis hasil survei caleg perebutan 15 kursi dapil Makassar

id lembaga psi,hasil survei,caleg dapil makassar,makassar,pemilu 2019,lembaga survei,caleg,parpol

Direktur Eksekutif Lembaga Survei PT Pedoman Suara Indonesia (PSI), Arief Wicaksono (kanan) didampingi moderator Mahatir Mahbub (kiri) saat memaparkan hasil survei caleg Dapil Makasar A dan B kepada wartawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/4/2019). ANTARA FOTO/Darwin Fatir. 

Makassar (ANTARA) - Lembaga Survei PT Pedoman Suara Indonesia (PSI) merilis hasil survei awal untuk calon gegislatif (Caleg) DPRD Sulsel yang memperebutkan 15 kursi di daerah pemilihan (dapil) Makassar A dan Makassar B, Sulawesi Selatan.

"Survei ini hanya sebagai gambaran atau prediksi terkait potret para caleg yang melakukan kerja-kerja politik mereka di dapil tersebut," sebut Direktur Eksekutif PT PSI, Arief Wicaksono dalam pemaparannya kepada wartawan di Makassar, Kamis.

Survei Dapil I atau Makassar A meliputi Kecamatan Rappocini, Makassar, Ujungpandang, Mariso, Mamajang, Tamalate, Wajo, Bontoala, Ujungtanah, dan Tallo memperebutkan sembilan kursi  mulai 20-27 Maret dengan jumlah 740 responden.

Sedangkan Dapil II atau Makassar B tersebar di Kecamatan Panakkukang, Manggala, Tamalanrea, dan Biringkanaya, memperebutkan enam kursi mulai dari 23-27 Maret 2019 dengan jumlah 240 responden.

Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 5 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari data yang diperoleh nama-nama caleg masuk 10 besar survei elektabililitas di Dapil Makassar A yakni Rahmatika Dewi (NasDem) memperoleh 10,5 persen, disusul Imam Fauzan Uskara (PPP) 4,7 persen, di tempat ketiga Rudi Pieter Goni (PDIP) 4,04 persen, kemudian Abdul Wahid Ismail (PPP) 3,8 persen dan Andi Parenrengi (Gerindra) 3,6 persen.

Selanjutnya diposisi keenam yakni Kadir Halid (Golkar) 3.6 persen, Andi Muh Arham Basmin (NasDem) 2.8 diposisi ketujuh. Sherly Farouk (Golkar) 2,6 persen diposisi kedelapan, Edward Wijaya Horas (Gerindra) 2,4 persen pada posisi sembilan serta Riska Mulfiati Lutfi (NasDem) 2,2 persen berada di urutan buncit.

Sementara ranking 10 besar caleg Dapil II Makassar B, tertinggi yakni Imran Tenri Tatta (Golkar) memperoleh 8.8 persen, dibuntuti Rahman Pina (Golkar) 7,1 persen. Posisi tiga, Adam Muhammad (Gerindra) 5,8 persen, keempat Indira Mulyasari Paramastutu (NasDem) sebesar 5,8 persen dan di posisi kelima Haidar Majid (Demokrat) 4,6 persen.

Pada posisi keenam ditempati Ernawati (Gerindra) 2,9 persen, ketujuh Yusran Paris (PAN) 2,5 persen, kedelapan Lutfi Bachtiar (PKS) 2,5 persen, kesembilan Muhammad Ashar (PPP) 2,5 persen dan Rezki Mulfiati Lutfi (NasDem) 2,5 persen.

Menurutnya, bila dipetakan hasil survei elektabilitas empat caleg petahana di dapil Makassar A yakni Andi Rachmatika Dewi (NasDem), Kadir Halid (Golkar), Rudy Pieter Goni (PDIP), dan Wahid Ismail (PPP) masih masuk kategori aman. Sementara pendatang baru yakni Imam Fauzan dan Andi Arham Basmin juga memiliki peluang besar.

Untuk Dapil II Makassar B, Caleg Petahana seperti Imran Tenri Tatta (Golkar), Haidar Majid (Demokrat) cukup berpeluang, sedangkan pendatang baru atau Caleg naik kelas ke DPRD provinsi yakni Rahman Pina (Golkar) dan Indira Mulyasari Paramastutu (NasDem) juga memiliki peluang.

Meski demikian, seluruh caleg yang bertarung di dua Dapil tersebut masing-masing memiliki peluang sebab masih ada sisa enam hari jelang pemilu Rabu, 17 April 2019.

"Hasil analisis kami dari survei Partai NasDem, Golkar, dan Gerindra memiliki berpeluang meraih raih dua kursi. Nasdem ada NasDem Rahmatika dan Muh Arham Basmin Mattayang kemudian di Golkar Kadir Halid dan Sherly. Dan untuk Gerindra ada Andi Parenrengi dan Edward Horas, hanya saja elektabilitas Edward kalah dari Sherly," papar dia.

Sedangkan di Dapil II Makassar B, yakni Imran Tenri Tata dari Golkar. Rahman Pina juga dari Golkar masuk radar survei, kendati pendatang baru, namun ia mampu bersaing dengan incumben seperti Haidar Majid dari Demokrat Yusran Paris asal PAN.

"Tentu hasil ini bukan penentu, tapi paling tidak ada ukuran elektabilitas para caleg yang sudah dipotret menjelang Pemilu. Meski demikian hasil survei ini bisa saja berubah mendekati pencoblosan, namun perbedaannya tidak terlalu signifikan,"tambahnya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar