PLTB Tolo II Jeneponto targetkan COD 2023

id PLTB Tolo, EBT Jeneponto

PLTB Tolo II Jeneponto targetkan COD 2023

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDN Rida Muliyana berfoto bersama jajaran Vena Energy dan PT PLN pada acara kunjungan kerja di PLTB Tolo I Jeneponto, Jumat (6/09/2019). ANTARA/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Setelah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo I telah beroperasi,  kini pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui PLTB Tolo II juga mulai dirancang dengan target COD (Commercial Operation Date) tahun  2023.

"Studi sudah dilakukan dan kami saat ini sedang menunggu pihak Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) dan PT PLN terkait langkah selanjutnya," ungkap Country Head Vena Energi, Arisudono Soerono pada acara kunjungan Dirjen Ketenagalistrikan Kementrerian ESDM di PLTB Tolo I  Kabupaten Jeneponto,  Sulawesi Selatan, Jumat.

Vena Energy merupakan perusahaan yang bernaung di Pacific Century Place, perusahaan luar negeri yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur termasuk di Indonesia.

Arisudono Soerono mengatakan studi yang dilakukan oleh Vena Energy meliputi studi interkoneksi, logistik dan geoteknik, termasuk survei kepemilikan tanah yang saat ini telah mencapai 80 persen.

"Kalau PLTB Tolo I sudah dibangun sesuai 'power purchase agreement (PPA)',  sehingga sekarang kita menuju pada pengembangan fase kedua," ujarnya.

Menurut Arisudono, tidak ada perbedaan pembangunan infrastruktur antara PLTB Tolo I dan II yakni memiliki kapasitas sama sebesar 72 MW.  Rencana pembangunan PLTB Tolo II juga akan dilakukan di lokasi yang sama di Kampung Lengkelengkese, Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto

"Hanya untuk rencana jumlah tower PLTB Tolo II lebih sedikit dengan menggunakan tower yang berkapasitas lebih besar," ujarnya.

PLTB Tolo I telah beroperasi sejak 2018 dengan COD pada 14 Mei 2019, memiliki 20 wind turbine, dengan tinggi tower 133 meter dan panjang bilah atau baling-baling mencapai 64 meter.

Masing-masing turbin mampu mengalirkan listrik sebesar 3,6 Megawatt (MW) dengan capacity factor (CF) kumulatif sekitar 30 persen lebih, dan  total kWh produksi yang telah dihasilkan PLTB Tolo sejak Desember 2018 hingga Agustus 2019  sebesar 142,86 MWh.

Sebagai pembangkit tenaga bayu terbesar kedua di Indonesia setelah PLTB Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan,  PLTB Tolo I Jeneponto ini memiliki kadar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 42 persen

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Muliyana menyampaikan kunjungan kerja ke PLTB Tolo I merupakan ke empat kalinya guna memastikan progress sinkronisasi ke sistem PLN.

"PLTB ini merupakan kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan dan salah satu bagian dari mega proyek 35.000 MW, diharapkan ke depannya ada lagi 'green energy' dan 'smart grid energy 'di daerah ini," kata Rida.

Pembangkit EBT ini masuk pada sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dengan total daya sistem mencapai 1.499 MW. Sistem ini memiliki beban puncak sebesar 1.165 MW, sehingga memiliki reserve margin atau cadangan daya sebesar 334 MW.

Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar