Pinrang, Sulsel (ANTARA News) - Banjir yang merendam dua desa yakni Desa Baba Binanga dan Desa Cillellang, di Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang , Sulawesi Selatan sejak Rabu (4/8) , hingga kini masih mengakibatkan terisolasinya 485 rumah kepala keluarga .
Kepala Desa Cilellang, Waris, yang dihubungi Jumat, mengatakan, banjir tersebut terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi yang melanda daerah hulu Sungai Saddang, seperti di Kabupaten Tanah Toraja dan Enrekang dalam beberapa hari terahir ini, sehingga mengakibatkan jebolnya tanggul penahan air sungai di Kecamatan Cempa.
"Banjir ini sudah melanda warga sejak Rabu kemarin, dari pantauan kami banjir ini disebabkan oleh tingginya curah hujan sehingga membuat jebol tanggul penahan air yang ada di Kecamatan Cempa," jelasnya.
Menurut Waris , banjir terparah terjadi di Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, karena selain merendam ratusan rumah milik warga, banjir di Desa Slipolo ini juga merendam fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas serta ratusan hektare kebun jagung milik warga.
Waris menambahkan, warga yang rumahnya terendam hingga satu meter lebih, terpaksa harus memilih mengungsi ketempat-tempat yang aman, dan dalam waktu dekat ini rencananya ada warga akan direlokasi akibat jebolnya tanggul
"Dalam waktu dekat ini, kami akan merelokasi rumah warga yang berada disekitar wilayah tanggul yang jebol tersebut. Sebab jika tidak direloksi maka dihawatirkan akan mengacam keselamatan jiwa mereka," kata Waris.
Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang Matalatta, mengatakan, bantuan untuk korban banjir Bababinangan baru akan disalurkan hari Jumat(6/8) , karena bantuan terlebih dahulu harus dikucurkan kepada korban banjir di Desa Katomporang, Kecamatan Duampanua. (T.PSO-098/A011)

