Palu (Antara News) - PT PLN Area Palu, Sulawesi Tengah menargetkan penambahan pelanggan listrik pintar sebanyak 27.000 konsumen selama tahun 2013.
Manager PLN setempat Suroso di Palu, Jumat mengatakan, selain menambahpelanggan baru juga perpindahan dari pelanggan yang selama ini menggunakan meter KWh ke prabayar atau biasa disebut listrik pintar sebanyak 20.000 pelanggan.
"Ini target kami selama tahun ini dan niscaya bisa terealisasi," harapnya.
Guna merealisasi target tersebut, managemen PLN Area Palu terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dilakukan antara lain dengan mengumumkan di setiap rumah-rumah ibadah (gereja, masjid, pura dan wihara).
Selain itu juga lewat bantuan media elektronik dan cetak serta memasang spanduk-spanduk di tempat-tempat strategis agar mudah dilihat dan dibaca masyarakat.
Kegiatan seperti itu, lanjut Suroso sudah dilakukan hampir selama dua tahun terakhir ini dan hasilnya cukup lumayan karena jumlah pelanggan meningkat.
Memang pada awal-awal program listrik pintar diluncurkan masyarakat belum banyak yang menanggapinya. Tapi sekarang ini masyarakat mulai mengerti dan beralih ke listrik pintar.
Data yang ada di PLN Area Palu menyebutkan jumlah pelanggan listrik pintar hingga kini sudah mencapai 35.000 pelanggan.
Sementara total jumlah pelanggan listrik PLN Area Palu sudah mencapai 255.000 tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sulteng.
PLN Area Palu meliputi Kabupaten Morowali, Poso, Tojo Una-Una, Parigi Moutong, Donggala, Sigi dan Kota Palu terbesar sekitar 60.000 pelanggan.
Listrik prabayar adalah layanan terbaru untuk pelanggan PLN dalam mengelola konsumsi listrik melalui meter elektronik prabayar, di mana pemakaian listriknya dapat dikendalikan oleh konsumen.
Dengan menggunakan alat yang bernama Kwh meter, setiap konsumen memperoleh pemasokan listrik sesuai dengan kemampuan mereka.
Alat ini akan disertai oleh voucher isi ulang listrik yang disebut dengan Token. Token adalah 20 digit angka yang unik dan berisi informasi untuk dimasukkan ke dalam Kwh meter.
Segala sesuatu ada kelebihan dan kekurangan, begitu pula dengan listrik prabayar ini. Misalnya, tidak ada petugas pencatat meter yang datang ke rumah sehingga privasi tidak terganggu, kemudian tidak ada sanksi pemutusan dan tidak dikenakan denda keterlambatan.
Berikutnya adalah tanpa uang jaminan pelanggan, tidak dikenakan biaya beban bulanan dan kemudahan pembelian setrum isi ulang. Selain itu, pelanggan dapat mengendalikan pemakaian listrik untuk menghindari pemborosan, pelanggan dengan mudah dapat memantau pemakaian listriknya setiap saat dan pelanggan dapat menyesuaikan biaya pemakaian listrik dengan anggaran belanja.
Sedangkan kekurangannya, jika batas pemakaiannya sudah habis, maka listrik akan mati seketika, tidak peduli waktu siang atau malam, ataupun sedang menggunakan listrik atau tidak.
Editor : I.K. Sutika

