Sulsel kirim SDM belajar perikanan ke Jepang

id pemprov sulsel,belajar perikanan,jepang,Prefekture Ehime

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (tengah) memberikan cinderamata kepada Gubernur Ehime Jepang Tokihiro Nakamura (kanan) disaksikan oleh ketua DPRD Sulsel M Roem (kiri) saat melakukan kunjungan kerja di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/1/2019). Dok. ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU/nz

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan segera mengirimkan puluhan sumber daya manusia (SDM) untuk belajar budidaya perikanan di Jepang.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbanda) Sulsel, M Iqbal Suhaeb di Makassar, Selasa, mengatakan upaya ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemerintah Sulsel dengan Pemerintah Prefekture Ehime, Jepang tentang bidang budidaya perikanan.

"Pembahasan intinya dengan pihak mitra (Uwajima) nanti, kita akan kirim 10 orang magang di sana. Dari 10 itu, lima dari pihak mitranya di sini dan lima dari pihak Pemprov," kata Iqbal seusai menerima CEO Uwajima Project Inc, Kenichi Kiwada dan Corporate Officer Spesialis Sales Divisi Vice President, Yoshiyuki Miumura di Makassar hari ini.

Dalam pertemuan tersebut juga hadir Kepala Dinas Perikanan dan Keluatan Sulsel, Sulkaf S Latief.

Menurut Iqbal, mereka yang dikirim dari pihak provinsi nanti akan menjadi fasilitator atau trainer dan tenaga penyuluh. Sementara dari perusahaan mitra, nanti akan dipekerjakan di perusahaan.

Training diberikan selama enam bulan untuk membekali SDM yang ada dengan soft skill.

"Yang dari provinsi nanti tergantung petunjuk Bapak Gubernur, sifatnya nanti jadi trainer," ujarnya.

Untuk rencana kerjasama tersebut, saat ini dilakukan feasibility study (studi kelayakan). Pihak Jepang juga akan mengirim orang guna meninjau lokasi daerah yang ditawarkan, antara lain Kepulauan Selayar, Pangkep dan Bulukumba.

Pihak Jepang juga meminta segera disiapkan data potensi ikan laut di Sulsel.

"Nanti kerjasamanya antara Pemprov, Unhas dengan pihak Pemerintah Prefekture Ehime," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar