Polres Jakarta Selatan periksa identitas 9 perusuh di Kafe Komandan

id Jakarta, Polres Jakarta Selatan, Perusuh

Ilustrasi foto Kantor Kepolisian Resor Jakarta Selatan. (Antara/Katriana)

Kalau (suporter) Persija dan PSM itu di dalam kafe bareng-bareng saja. Jadi bukan antara mereka. Ini justru dari luar, orang yang lewat. Di situ, kita masih mendalami. Cuma mereka tidak membawahi entitas apa pun juga, melakukan pelemparan, memprovoka
Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Selatan saat ini masih memeriksa identitas sembilan orang yang diduga melakukan pelemparan di Kafe Komandan, Tebet, Jakarta Selatan pada Selasa (6/8) malam.

"Nanti lah, masih pemeriksaan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya, di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu.

Ia mengatakan kesembilan terduga ditangkap karena adanya bukti-bukti melakukan pelemparan dengan batu.

Sembilan orang tersebut diamankan pada Selasa (6/8/2019) malam dari beberapa tempat terpisah.

"Ada beberapa tempat. Di daerah Jakarta Selatan dua, ada yang di Manggarai. Mereka diamankan di tempat terpisah," katanya lagi.

Andi belum dapat memastikan apakah sembilan orang tersebut tergabung dalam salah satu tim suporter yang ikut nonton bareng di Kafe Komandan.

"Kita tidak bisa mengatakan begitu. Kita enggak tahu. Pokoknya ini sekelompok orang, sembilan orang yang diduga melakukan pelemparan," ujarnya pula.

Andi belum dapat memastikan usia para pelaku, tetapi memperkirakan rata-rata dari sembilan orang tersebut antara remaja hingga dewasa.

Andi memastikan terduga pelaku yang ditangkap adalah orang-orang yang melempar batu ke arah kafe.

Ia juga membantah dugaan bahwa pelaku adalah bagian dari salah satu tim suporter sepak bola yang ikut nonton bareng final Piala Indonesia antara PSM Makassar versus Persija Jakarta yang digelar di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.

"Enggak, lewat, mereka melintas begitu," kata dia.

"Kalau (suporter) Persija dan PSM itu di dalam kafe bareng-bareng saja. Jadi bukan antara mereka. Ini justru dari luar, orang yang lewat. Di situ, kita masih mendalami. Cuma mereka tidak membawahi entitas apa pun juga, melakukan pelemparan, memprovokasi orang yang di dalam," kata dia lebih lanjut.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar