LPM UNM gelar bakti riset untuk selesaikan masalah di Desa Bacu-bacu

id Bakti Riset UNM,lpm penalaran,Desa Bacu-bacu, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat berpidato dalam acara Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM) di Kampus UNM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/8).(ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Makassar (ANTARA) - Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali akan menggelar kegiatan Bakti Riset untuk menyelesaikan masalah yang ada di Desa Bacu-bacu, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru pada tanggal 27-31 Agustus 2019.



"Tujuan utama dari penelitian yaitu untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat, jadi sudah semestinya kita menerapkan hasil penelitian kepada masyarakat," kata Ketua Panitia Bakti Riset Ivan Adrian di Makassar, Senin.



Menurutnya, penelitian seringkali hanya sampai pada tulisan dan publikasi di jurnal, namun Implementasi hasil penelitian pada masyarakat masih sangat minim. Oleh karena itu, LPM Penalaran UNM menyadari permasalahan ini, untuk itu menginisiasi program kerja Bakti Riset.



Pada riset yang mengangkat tema "Riset Membumi, Masyarakat Berdaya", Bakti Riset 2019 ada lima bidang pengabdian yang akan dilaksanakan yaitu Pendidikan, Pariwisata, Lingkungan Hidup, Pangan, dan Kesehatan.



"Desa Bacu-bacu memiliki potensi sumber daya yang memungkinkan untuk dikembangkan. Kacang tanah dan padi mendominasi sektor pertanian," ujarnya.



Sekretaris Desa Bacu-bacu, Sahur mengungkapkan salah satu desa utama penyedia bahan baku untuk pabrik pengolaan biji kacang, namun petani hanya menjual biji kacang saja, sementara kulit kacang dibuang begitu saja, sehingga melalui Bakti Riset 2019, akan mengolah limbah kulit kacang menjadi media tanam jamur tiram sebagai bentuk ketahanan pangan.



Bukan hanya itu, kata dia, limbah kulit kacang juga akan dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan Pupuk Organik Cair demi mendukung Sistem Pertanian Organik.



Kearifan lokal dan nilai kebersamaan yang masih terjaga menjadi faktor pendukung dalam memberdayakan masyarakat.



"Kami sebagai lembaga penelitian tentunya berkeinginan agar penelitian yang telah kami buat di lembaga kami bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Wahyudin Ketua Umum LPM Penalaran UNM Periode 2018/2019.



Selain itu, katanya, salah satu cara melakukan pengabdian kepada masyarakat yakni menerapkan hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga. Kegiatan ini juga untuk melaksanakan tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian.



"Semoga dengan terlaksananya bakti riset ini penelitian yang kami terapkan benar-benar bisa membantu dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar