Mamuju (ANTARA Sulsel) - Bupati Mamuju H Suhardi Duka meminta kepada petugas kesehatan agar Raihan, balita penderita gizi buruk yang telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ditangani secara serius.
Hal itu ditegaskan Bupati Mamuju usai melakukan inspeksi mendadak untuk mengunjungi korban penderita gizi buruk di RSUD Mamuju, Kamis.
Menurut dia, pihaknya melakukan sidak ke RSUD setelah mengetahui ada korban penderita gizi buruk sehingga ingin memantau kondisi Raihan yang saat ini masih terbaring lemah.
Setelah berbincang singkat dengan orang tua anak korban, Yusman (27) maka Bupati pun langsung meminta agar proses penanganan dilakukan secara serius.
"Ada dua hal yang menjadi faktor utama penyebab kasus gizi buruk yakni akibat pihak keluarga kurang perduli terhadap anaknya untuk menyampaikan kepada petugas medis terkait adanya gangguan kesehatan yang dialami sang anak," katanya.
Kemudian penyebab lain kata Suhardi, petugas kesehatan sendiri yang tidak menyasar anak-anak utamanya usia balita, pada saat penimbangan berat badan yang rutin dilakukan di tiap Posyandu.
Harusnya kata dia, petugas kesehatan mampu mendeteksi bahwa ada anak yang kurang gizi seperti yang dialami Raihan.
Jika proses pengawasan berjalan baik kata dia, maka kejadian serupa tidak akan berakibat fatal karena bisa ditangani secepatnya.
"Kasus gizi buruk ini hal yang sangat memalukan karena kasus ini sangat kontradiktif dengan capaian prestasi Pemkab Mamuju," kata Bupati Mamuju.
Bahkan bupati dua periode ini berencana akan memberikan sanksi terhadap petugas kesehatan yang bertugas di wilayah terdapat penderita gizi buruk ini terjadi.
"Saya menilai bahwa kinerjannya tidak baik dengan membiarkan gizi buruk ini terjadi di wilayahnya," tambah Suhardi Duka.
Atas kejadian ini, lanjutnya, Pemkab Mamuju akan menjamin penanganan Raihan sampai kondisinya membaik.
Bahkan Bupati menginstruksikan kepada petugas medis untuk selanjutnya memantau perkembangan balita tersebut baik saat masa penanganan hingga masa pemulihan setelah pasien keluar dari Rumah sakit, sehingga kondisi tersebut tidak terulang kedua kalinya.
Sementara itu, dr Jumakil Syam, selaku petugas medis yang menangani Raihan menjelaskan, hasil diagnosa yang telah dilakukan dan melihat kondisi pasien yang memperlihatkan beberapa gejala, seperti berat badan yang sangat tidak sesuai dengan usianya, dimana saat ini pasien yang berumur 13 bulan idealnya memiliki berat badan di atas 8 kg, sedangkan Raihan sendiri hanya memiliki berat 4,8 kg.
Selain itu kata dia, kulit pasien terlihat berkriput, perutnya membuncit dan beberapa tanda lain yang menunjukkan anak pasangan Yusman dan Risna tersebut mengalami gizi buruk.
"Kami akan tangani dengan memberikan obat, karena ternyata ada penyakit penyerta pada anak ini, salah satunya ispa, dan pasokan gizi yang akan kita naikan dan kita atur pemberian gizinya, insya Allah kalau penangannya seperti ini terus kami berharap Raihan akan segera pulih," kata Jumakil.
Sesuai dengan catatan medis ternyata korban merupakan warga Kelurahan Rimuku (Aksuri) namun lebih sering memeriksakan dan menimbang anaknya pada Posyandu yang berada di Kecamatan Kalukku, yang merupakan Domisili orang tuanya sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan, dr Hajrah Asad menegaskan, yang paling bertanggung jawab atas kasus ini adalah tenaga kesehatan tempat Balita tersebut tiap bulannya di periksa.
Sangksi terberat bagi petugas medis di Kecamatan Kalukku akan dijalankan karena dianggap lalai dan mengabaikan kasus tersebut tidak tertangani sejak dini. FC Kuen

