Bulog Jamin Stok Beras Aman Hingga Ramadhan

id stok beras, jelang Ramadhan, Bulog Sub Divre Mamuju, Sulbar

Ilustrasi - beras Bulog (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional Mamuju Provinsi Sulawesi Barat menjamin stok beras di daerah itu aman hingga Ramadhan.

"Kami menjamin, stok beras hingga Ramadhan bahkan sampai tiga bulan ke depan tetap tersedia," kata Kepala Bulog Subdivre Mamuju Farid Nur, Kamis.

Stok beras yang ada di gudang Bulog di Simboro kata Farid Nur, saat ini lebih dari 600 ton.

"Selain di gudang kami di Simboro dengan stok sekitar 600 ton, kami juga masih memiliki stok di Gudang Kalukku yang mencapai 500 ton. Jadi, stok beras yang ada saat ini mencapai sekitar 1.100 ton dan itu mencukupi hingga tiga bulan ke depan," ucapnya.

"Jika stok di gudang Simboro dan Kalukku sudah berkurang, kami juga masih bisa meminta suplai dari Polewali Mandar, Kabupaten Pinrang dan Sidrap, Sulawesi Selatan," tutur Farid Nur.

Selain menjamin ketersedian stok di gudang Bulog, Satgas Pangan yang terdiri dari Bulog Subdivre Mamuju bersama Polda dan Dinas Perdagangan Provinsi Sulbar terus memantau harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di daerah itu.

Ia menyatakan, walaupun terjadi kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan pokok, khususnya beras, minyak goreng dan gula namun tidak terlalu signifikan.

"Bersama kepolisian, Dinas Perdagangan Provinsi Sulbar yang tergabung dalam Satgas Pangan, kami terus memantau ketersediaan stok pangan termasuk memantau stok yang ada pada distributor termasuk mengingatkan mereka agar tidak memenimbun stok," tuturnya.

"Memang ada kenaikan harga tetapi tidak teralu signifikan. Misalnya, harga beras saat ini dikisaran Rp8.200 yang sebelumnya hanya sekitar Rp8.000 per kilogram," terang Farid.

Menurutnya, kenaikan harga kebutuan pokok, khsusunya beras itu disebabkan beberapa faktor, salah satunya akibat tingginya permintaan menjelang bulan Ramadhan.

"Juga akibat pascapanen yang menyebabkan suplai menurun. Tapi, hal tersebut tidak terlalu berdampak singnifikan. Tapi kami akan terus melakukan monitoring untuk menjaga agar stok tersedia dan harga kebutuhan pokok tetap stabil sehingga masyarakat merasa tenang dalam menyambut bulan suci Ramadhan," jelas Farid.
 
 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar